Serpong, HALOBANTEN.COM – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto, hadiri acara Tangsel Bersholawat dalam rangka Cooling System Pemilu 2024, yang berlangsung di halaman Polres Tangerang Selatan, Kecamatan Serpong, Senin (31/7/2023) malam.
Dalam kesempatan itu, Kapolda Metro Jaya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung Pemilu Damai.
Karyoto mengapresiasi tingginya sinergi dan solidaritas semua pihak dalam upaya menciptakan suasana aman di Tangsel.
Menurutnya, TNI-Polri bersama para tokoh selalu bersinergi untuk membangun menciptakan situasi daerah yang aman dan tertib.
“Yakin lah bahwa kalau situasi ini menjadi tanggung jawab kita bersama, bukan hanya kami Polri atau TNI atau mungkin aparat lain, melainkan tanggung jawab kita bersama,” ungkap Karyoto dikutip pada Rabu (2/7/2023).
“Dan coba bayangkan, jika semua orang mau menjalankan agamanya, saya yakin tidak akan ada kejahatan,” sambung Karyoto.
Karyoto mengatakan, pada tahun 2024 ini sudah masuk dalam masa persiapan Pemilihan Umum (Pemilu).
Masing-masing warga negara Indonesia memiliki hak pilih yang sama.
Tidak ada perbedaan baik seorang profesor atau pekerja biasa tetap satu kesepakatan.
“Oleh karena itu saya menghimbau kepada saudara sekalian gunakan hak pilih ini dengan benar dan baik,” imbuhnya.
Karyoto berpesan kepada semua elemen masyarakat untuk mendukung Pemilu 2024 yang bersih, jujur, dan adil, serta tetap menjaga suasana yang damai, tidak terprovokasi oleh media sosial.
“Yang paling penting jangan karena beda pilihan dan beda warna kaos kita bermusuhan. Pada kesempatan ini, mari kita sama-sama paham, sama-sama belajar, dan tentunya kita harus menjadi manusia yang benar dan baik di tengah masyarakat,” terangnya.
Tabligh Akbar ini dihadiri oleh sekitar 4.000 jamaah, dan juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini Danrem 052 Wijayakrama Brigjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, DirBinmas Polda Metro Jaya Kombes Pol Badya Wijaya dan Dandim 0506/Tangerang Kolonel Inf Ali Imran.
Kemudian ada Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, Kapolres Tangsel AKBP Faisal Febrianto, Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan, Syeikh Nabil Bin Sumair, Habib Ali Alwi Bin Thohir Al Husainy, Gus Aldi, dan para ulama Kota Tangerang Selatan.
(Red)















