Kota Serang, HALOBANTEN.COM – Pemerintah Kota Serang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bekerja sama dengan USAID ERAT menggelar lokakarya optimalisasi sinergi percepatan penurunan angka stunting di Kota Serang. Lokakarya ini digelar di Ballroom Hotel Le Semar pada Selasa (7/11).
Kegiatan ini dihadiri oleh Walikota Serang H. Syafrudin, Plt Bappeda Kota Serang Ina Linawati, Kepala Dinas Kesehatan Hasanuddin, para perwakilan OPD, serta para peserta dari IDI dan IBI.
Dalam sambutannya, Ahmad selaku Koordinator USAID ERAT Kota Serang menyampaikan terima kasih atas dukungan dan sinergitas Pemerintah Kota Serang dalam kegiatan ini. Ia mengatakan, USAID ERAT ikut mendukung Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang telah mengumpulkan informasi penting untuk penanganan dan penurunan stunting. Ia berharap, informasi tersebut dapat disajikan dalam kegiatan ini.
Ahmad juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Walikota Serang yang selalu hadir dalam setiap kegiatan USAID ERAT. Ia berharap, para peserta dapat mendapatkan hasil maksimal dari kegiatan ini dan dapat mengimplementasikannya di bidang masing-masing.
Pelaksana Koordinator USAID ERAT Provinsi Banten Agus Salim mengatakan, stunting bukan isu satu sektor, tetapi lintas sektor yang membutuhkan penanganan dari semua pihak. Ia mengapresiasi Kota Serang yang menjadi Treader dalam penurunan jumlah anak tidak sekolah di kabupaten/kota yang bekerjasama dengan USAID ERAT. Ia berharap, intervensi perencanaan penanganan stunting dapat berdampak nyata.
Walikota Serang H. Syafrudin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini. Ia berharap, kegiatan ini dapat menghasilkan formula strategi dan kebijakan mengenai upaya pencegahan dan percepatan stunting di Kota Serang.
Sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Serang mengenai stunting, telah ditetapkan Keputusan Walikota Nomor 440/KEP.150-HUK/2022 serta menghimbau para ASN di Kota Serang mengumpulkan telur setiap minggu, untuk membantu program gizi anak stunting.
Walikota berharap, adanya komunikasi, pemahaman bersama, dan konvergensi antar OPD dalam proses penyediaan data dan pemanfaatannya dalam rangka pengambilan kebijakan serta penyelarasan kebijakan di Kota Serang. Ia juga mengimbau partisipasi aktif dari semua pihak sesuai tugas dan fungsinya masing-masing dalam lokakarya ini agar tercapai target stunting 2024 sebesar 14%.
Kegiatan lokakarya ini dibuka oleh Walikota Serang H. Syafrudin. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang menjadi perhatian serius pemerintah. Ia berharap, melalui lokakarya ini dapat menghasilkan sinergi yang kuat antara semua pihak dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kota Serang. (Red)

















