Serang,HALOBANTEN.COM – Penanganan penyakit kusta di Kota Serang mendapat perhatian serius dari Pj Walikota Serang Yedi Rahmat.
Yedi Rahmat, yang baru saja menghadiri acara pelayanan Keluarga Berencana (KB) sejuta akseptor (PSA) dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-XXXI tahun 2024, langsung menginstruksikan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Puskesmas untuk menangani laporan kasus kusta dari Forkompimda.
“Ada satu keluarga di Kelurahan Terumbu Kecamatan Kasemen yang terkena Kusta. Saya instruksikan langsung kepada Dinas Kesehatan dan Puskesmas untuk segera melakukan penanganan,” tegas Yedi Rahmat.
Ia pun menceritakan langkah yang sudah ia ambil, yaitu berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes untuk mendapatkan bantuan jika diperlukan.
“Pemerintah Pusat nantinya akan mendukung pengobatannya,” ujar Yedi Rahmat.
Kepala Dinkes Kota Serang Dr A. Hasanuddin mengatakan bahwa dari 7 orang yang diperiksa, 3 orang di antaranya menunjukkan indikasi ke arah penyakit kusta.
“Pengambilan sampel kulit dengan cara gosok/dikerok (skin smear) telah dilakukan dan obat sudah disiapkan. Kita punya gudang Farmasi dan siap sedia,” jelas Hasanuddin.
Hasanuddin menekankan bahwa kusta bukan penyakit kutukan, melainkan penyakit menular yang perlu diantisipasi.
“Kita obati dan sudah disiapkan obatnya untuk 3 orang ini. Jika hasil skin smear menunjukkan positif kusta, kita tetap siapkan antisipasi dan berikan obat kusta,” ungkapnya.
Hasanuddin menjelaskan bahwa langkah pencegahan utama adalah dengan mengobati penyandang penyakit kusta sesegera mungkin untuk mencegah penularan.
“Kita terus akan melakukan antisipasi aktif dengan langsung pengobatan penyandang penyakit kusta ini agar tidak menular ke yang lain. Karena penyakit kusta ini adalah Kuman baksil tahan asam,” pungkasnya. (Red)















