Tangerang, HALOBANTEN.COM – Dalam Debat Kedua Pilkada Kabupaten Tangerang 2024 yang digelar di Metro TV pada Minggu, (10/11/2024), pasangan calon Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, memaparkan strategi untuk mengatasi masalah stunting di daerah tersebut.
Intan menjelaskan bahwa penanganan stunting harus dimulai sejak kehamilan.
“Stunting sebenarnya dimulai dari kehamilan. Oleh karena itu, kami bersama Maesyal Rasyid akan memberikan suplemen dan nutrisi yang cukup bagi ibu hamil, agar anak-anak yang dilahirkan tidak mengalami stunting,” ujar Intan.
Menurut data yang diterima, angka stunting di Kabupaten Tangerang masih tergolong tinggi, mencapai 2,9 persen.
Untuk itu, jika ditemukan anak yang sudah terlanjur mengalami stunting, Intan mengusulkan pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) di tingkat desa.
KWT akan diajak untuk memberikan bantuan berupa makanan dan hasil pertanian mereka kepada keluarga kurang mampu, terutama bagi anak-anak yang mengalami stunting.
Pasangan Maesyal-Intan juga memiliki sejumlah program unggulan di sektor kesehatan, salah satunya adalah Program Kesehatan Sejahtera (Tunas).
Dalam program ini, mereka berencana memperkuat layanan posyandu, mengoptimalkan sistem dokter keliling, serta mengatasi masalah gizi buruk.
Selain itu, mereka juga akan mengadakan ambulans untuk 246 desa dan 28 kelurahan di Kabupaten Tangerang serta membangun sarana sanitasi yang lebih baik.
Di sisi lain, Calon Bupati Maesyal Rasyid turut menjawab pertanyaan terkait ancaman kebocoran data pribadi masyarakat yang disalahgunakan oleh pinjaman online (pinjol).
Dalam sesi debat tersebut, Maesyal mengungkapkan bahwa ia akan mengintegrasikan layanan publik Kabupaten Tangerang ke dalam platform digital guna mengatasi masalah tersebut.
“Untuk melindungi data pribadi, kami akan mengintegrasikan berbagai layanan publik dalam satu platform digital, termasuk pengelolaan administrasi pemerintahan, seperti dokumen kependudukan, sistem perizinan, dan pengadaan barang dan jasa,” ujar Maesyal.
Maesyal menambahkan bahwa aplikasi layanan publik yang mudah diakses akan dikembangkan, dimulai dari tingkat dinas dan badan, hingga ke kecamatan dan kelurahan.
Dengan demikian, masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan publik secara digital.
Selain itu, Maesyal juga berkomitmen menyediakan akses internet gratis di sekolah-sekolah dan ruang publik untuk meningkatkan literasi digital di kalangan masyarakat.
“Internet gratis akan kami sediakan di sekolah-sekolah dan ruang publik untuk mendukung kebutuhan pendidikan dan informasi.
Kami juga akan membangun command center sebagai pusat data terpadu, yang akan mendukung pengembangan teknologi informasi di Kabupaten Tangerang,” tuturnya.
Dengan komitmen untuk meningkatkan layanan publik berbasis digital dan memperbaiki sistem kesehatan, pasangan Maesyal-Intan berharap dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat Kabupaten Tangerang, terutama dalam menghadapi tantangan di era digital dan kesehatan masyarakat. (Jarkasih)















