Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, mengalami penurunan menjadi sekitar 62 persen.
Angka ini menunjukkan penurunan signifikan sebesar 23,7 persen jika dibandingkan dengan partisipasi pemilih pada Pemilu 2024, meskipun masih sedikit lebih baik dibandingkan Pilkada 2020 yang mencatatkan angka 61 persen.
Ketua KPU Tangsel, M. Taufiq Mz, menjelaskan bahwa data tersebut bersifat sementara dan dapat berubah.
“Tingkat partisipasi pemilih saat ini berada di angka 62 persen, meski masih dinamis,” ujar Taufiq kepada wartawan pada Jumat (29/11/2024).
Ia juga menyampaikan bahwa penyebab rendahnya partisipasi pemilih dalam Pilkada 2024 masih dalam proses penelitian.
Namun, Taufiq menegaskan bahwa berbagai upaya, termasuk sosialisasi dan inovasi untuk mendorong partisipasi warga, telah dilakukan secara maksimal.
“KPU Tangsel telah berusaha sekuat tenaga untuk meningkatkan partisipasi, meskipun hasilnya tidak banyak berubah dibandingkan Pilkada 2020. Kami akan terus mengevaluasi dan mendalami faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya angka partisipasi ini,” tambahnya.
Sebagai langkah selanjutnya, KPU Tangsel berencana untuk memetakan data dan membuat infografis yang mencerminkan tingkat partisipasi pemilih dari berbagai kelompok, termasuk pemula.
Walaupun target partisipasi di atas 70 persen tidak tercapai, pelaksanaan Pilkada di Tangsel tetap berlangsung dalam keadaan kondusif.
Taufiq juga mengungkapkan bahwa Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pilkada 2024 mencakup 1.058.127 pemilih, di mana 517.809 di antaranya adalah pemilih laki-laki dan 540.318 pemilih perempuan.
Sebagai perbandingan, partisipasi pemilih pada Pemilu 2024 di Tangsel tercatat mencapai 85,7 persen, dengan total pemilih sebanyak 1.022.237 orang, yang terdiri dari 501.755 pemilih laki-laki dan 520.482 pemilih perempuan. (Jarkasih)















