Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Kondisi Jalan Kodiklat TNI Ampera, di Buaran, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, memprihatinkan.
Jalan sepanjang sekitar 1 kilometer ini dipenuhi lubang-lubang besar dengan kedalaman mencapai 3 hingga 15 cm.
Pantauan wartawan di lokasi, lubang-lubang tersebut sudah terlihat mulai dari perempatan depan Alfamart Raya Puspiptek hingga pintu masuk Kodiklat TNI atau pusat pendidikan dan pelatihan TNI Ampera.
Pantauan di lokasi menunjukkan kerusakan jalan yang sudah lama tidak mendapat perhatian dari pihak berwenang.
“Udah lama gak ada perbaikan, dari dulu jalanan udah rusak,” tutur Fahmi (25), warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi tersebut
Lubang-lubang yang tersebar di sepanjang jalur ini menjadi ancaman serius bagi pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.
Selain memperlambat arus lalu lintas, kondisi jalan yang rusak juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama di malam hari ketika penerangan jalan minim.
Warga yang melintas setiap hari di jalur tersebut mengeluhkan kondisi ini.
Jalan yang seharusnya menjadi akses penting untuk mobilitas warga dan aktivitas di sekitar justru menjadi Jalan yang membahayakan.
“Pengennya sih cepet-cepet dibenerin, kalo ujan ga keliatan lubangnya,” tambahnya
Tidak hanya kendaraan pribadi, kendaraan umum dan logistik yang sering melintasi jalur ini juga terhambat karena harus menghindari lubang-lubang besar.
Hingga kini, belum terlihat adanya upaya perbaikan dari pihak terkait.
Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan untuk memperbaiki jalan demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Tanpa adanya tindakan cepat, kerusakan ini dikhawatirkan akan semakin parah, terutama saat musim hujan yang dapat memperbesar lubang dan memperburuk permukaan jalan.
Jalan Kodiklat TNI Ampera yang merupakan jalur strategis di Tangerang Selatan seharusnya mendapat perhatian serius.
Perbaikan infrastruktur ini tidak hanya untuk keselamatan pengguna jalan tetapi juga untuk mendukung aktivitas masyarakat dan kegiatan di sekitar kawasan tersebut.
Reporter: Alif Azhar
Editor: Jek Jarkasih















