Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel), Banten, meraih dua penghargaan bidang digitalisasi keuangan daerah dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten. Penghargaan itu diumumkan dalam agenda Shafara dan Digiwara Festival 2026 yang berlangsung di Pondok Aren, Jumat (22/5/2026).
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut. Menurutnya, capaian itu menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk memperkuat pelayanan publik berbasis teknologi daring.
Dua penghargaan tersebut mencakup kategori Pemerintah Daerah dengan Rasio Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) Non Tunai Tertinggi serta kategori Pemerintah Daerah dengan Utilisasi Pembayaran elektronik Tertinggi tingkat Provinsi Banten.
Selain itu, kegiatan tersebut turut menghadirkan Gubernur Banten, Andra Soni. Dalam kesempatan itu, Pilar menilai dukungan Bank Indonesia menjadi penguat langkah pemerintah daerah dalam memperluas ekosistem elektronik.
“Penguatan akses digitalisasi daerah akan terus kami lanjutkan bersama Bapenda dan seluruh OPD Kota Tangerang Selatan,” kata Pilar dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Tangerang Selatan juga mencatat prestasi terbaik tingkat nasional.
Saat ini, Pemkot Tangerang Selatan telah memanfaatkan sistem pembayaran elektronik berbasis QRIS untuk transaksi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Pilar menyebut inovasi tersebut menjadi salah satu unsur penilaian dalam penghargaan ini.
Ke depan, pemerintah kota menargetkan perluasan pembayaran daring pada berbagai layanan lain. Langkah itu bertujuan menciptakan layanan yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel sekaligus mendorong peningkatan penerimaan pajak daerah.
Sementara itu, Pilar juga menyoroti potensi pengembangan ekonomi syariah di Tangerang Selatan. Ia menilai sektor produk halal dan ekonomi berbasis syariah memiliki peluang besar karena mendapat dukungan masyarakat, pelaku usaha, hingga institusi pendidikan dan kesehatan.
Menurutnya, sejumlah program ekonomi syariah pada sektor UMKM telah berjalan melalui dukungan komunitas dan masjid besar di Tangerang Selatan. Karena itu, sinergi lintas sektor ia nilai penting guna mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah daerah.
(JAR)















