Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Warga dan debt collector terlibat kericuhan di depan BSD Plaza Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Kamis (6/3/2025).
Kericuhan terjadi setelah sekelompok debt collector atau mata elang (matel) mencoba menarik paksa sebuah motor dari seorang perempuan.
Insiden ini bermula saat korban memarkirkan motor Honda Vario miliknya di halaman luar mall BSD Plaza.
Menurut saksi mata, sekelompok debt collector awalnya mendatangi motor tersebut dan berusaha mengambilnya.
“Ada mata elang (matel) kemarin, kalo berapa orangnya saya kurang tau, tapi ya perkiraan mah kurang lebih ada 15 sampai 20 orang,” ujar Firman, saksi di lokasi tersebut.
Saat pemilik motor melihat kejadian itu, ia langsung menghampiri dan mempertanyakan tindakan mereka.
Namun, para mata elang justru malah mengintimidasi sehingga korban merasa ketakutan.
Merasa terancam, pemilik motor spontan berteriak meminta pertolongan.
Teriakan tersebut menarik perhatian warga sekitar, yang kemudian mendekati lokasi kejadian untuk mengetahui apa yang terjadi.
Situasi semakin memanas ketika warga menyaksikan bagaimana debt collector berusaha mengambil motor secara paksa.
“Motor mau diambil, yang punya motornya ada nangis. Ya namanya wanita ngeliat nangis begitu ya kan. Nah warga sama orang yang lewat langsung nolong,” ujarnya
“Motornya punya karyawan sini, motor vario, ” tambahnya.
Matel yang awalnya hanya terdiri dari beberapa orang kemudian kembali dengan tambahan beberapa rekan mereka.
“Awalnya baik-baik tuh pergi, tapi dateng lagi bawa pasukan,” ujarnya
“Kalau alasan ditariknya si kurang tau ya, gak tau karena emang belum bayar atau gimana. Cuman kan udah sering bang matel-matel gitu asal narik motor orang disini. Makannya warga juga resah,” tambahnya.
Paksa Tarik Motor
Mereka berusaha melanjutkan aksi penarikan motor meskipun telah mendapat perlawanan dari warga sekitar.
Keadaan yang semakin tegang akhirnya berujung pada bentrokan fisik antara kedua pihak.
Puluhan warga yang sudah berkumpul tidak tinggal diam dan mengepung para matel.
Adu mulut yang awalnya terjadi dengan cepat berubah menjadi aksi saling pukul.
Beberapa matel mencoba bertahan, sementara yang lain memilih mundur untuk menghindari amukan massa.
Bentrok fisik yang terjadi di depan BSD Plaza itu menyebabkan suasana menjadi kacau.
Lalulintas di sekitar lokasi pun sempat terganggu akibat banyaknya orang yang berkumpul di jalan.
Beberapa kendaraan yang melintas terpaksa melambat karena khawatir terlibat dalam insiden tersebut.
Setelah beberapa saat, situasi mulai mereda ketika beberapa warga berusaha melerai dan menenangkan pihak yang terlibat.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait kejadian tersebut.
Insiden ini kembali menyoroti praktik penarikan kendaraan oleh debt collector yang sering kali dilakukan tanpa prosedur yang jelas dan menimbulkan keresahan di masyarakat.
(Alif/Red)















