Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM- Kekhawatiran warga meningkat menyusul maraknya aktivitas pemulung di Pamulang yang melibatkan anak-anak, bahkan balita, dalam mencari barang bekas.
Fenomena ini terlihat jelas di sepanjang Jalan Raya Siliwangi, Jumat (23/5/2025), di mana puluhan anak kecil tampak berjalan membawa karung besar, mengumpulkan botol plastik dan material daur ulang lainnya.
Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam di kalangan penduduk setempat.
Fajar, seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi, mengungkapkan bahwa ia sering melihat anak-anak, bahkan bayi, ikut serta dalam kegiatan memulung.
“Sering banget mereka bawa anaknya buat ngambilin botol-botol bekas gitu,” ujarnya.
“Mereka juga ada yang bawa bayi gitu mas, nah bayinya itu tidur terus,” tuturnya.
Dia juga pernah melihat berita bahwa ada anak yang dikasih obat tidur. Hanya saja dia tidak tahu apakah anak yang biasa dia lihat tersebut beneran tidur atau tidak.
“Saya gak mau berprasangka buruk juga sih, takutnya beneran tidur kan ya,” ungkap Fajar, menyoroti kekhawatiran terkait kondisi balita.
Aktivitas memulung ini, menurut Fajar, berlangsung hampir sepanjang hari.
“Kalau jam-jam berapa nya saya kurang tau ya mas, tapi kalau keliling sepanjang jalan ini (Jl. Siliwangi) pasti nemu aja dari pagi sampai malem juga kadang ada,” jelasnya.
Fajar berharap para orang tua dapat lebih bijak dalam menjaga anak-anak mereka.
“Harapannya si ya buat orang tuanya kalau bisa jangan bawa anak-anak kalau masih umur-umur segitu sampai tengah malem lah. Kasian saya liatnya,” tuturnya dengan nada prihatin.
Selain itu, Fajar juga menyerukan perhatian dari pihak berwenang. “Ya buat pemerintah tolong perhatikan lagi aja si orang-orang seperti ini,” pungkasnya.
Fenomena pemulung di Pamulang yang melibatkan anak-anak ini menjadi sorotan serius, mengingat hak setiap anak untuk tumbuh kembang dalam lingkungan yang aman dan layak harus senantiasa menjadi prioritas bersama, baik oleh masyarakat maupun pemerintah.
(Alif/Jek/Red)















