TANGERANG, HALOBANTEN.COM – Kabupaten Tangerang masih jadi magnet bagi investor asing! Sepanjang tahun 2024, Singapura kembali mengukuhkan posisinya sebagai investor terbesar di wilayah ini, dengan menanamkan modal fantastis sebesar Rp 4,4 triliun.
Data ini diungkap langsung oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tangerang.
Dominasi Investor Asing dan Total Investasi yang Menggiurkan
Di bawah Singapura, China menyusul di posisi kedua dengan investasi sebesar Rp 1,2 triliun. Tak ketinggalan, Korea Selatan menyumbang Rp 1,05 triliun, Hongkong Rp 719 miliar, dan Jepang Rp 416 miliar. Jika digabungkan, lima negara ini saja sudah menggelontorkan total Rp 7,8 triliun ke Kabupaten Tangerang.
“Investasi dari lima negara ini mencapai Rp 7,8 triliun, dengan Singapura sebagai penyumbang terbesar,” terang Kepala Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Kabupaten Tangerang, Mudji Widodo, pada Senin (9/6/2025).
Yang lebih menarik, jika digabungkan dengan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), total investasi di Kabupaten Tangerang selama 2024 mencapai angka yang sangat signifikan: Rp 26,2 triliun! Ini menunjukkan geliat ekonomi yang kuat baik dari luar maupun dalam negeri.
Sektor-sektor Primadona dan Tantangan Penurunan Investasi
Investasi-investasi jumbo ini tersebar di lima sektor utama yang jadi primadona di Kabupaten Tangerang. Mulai dari perumahan, kawasan industri, dan perkantoran, lalu perdagangan dan reparasi, industri makanan, industri karet dan plastik, hingga sektor jasa lainnya.
“Pada tahun lalu, total investasi yang masuk mencapai Rp 26,2 triliun dari dalam dan luar negeri, tersebar di lima sektor dominan,” jelas Mudji.
Namun, ada sedikit catatan yang perlu digarisbawahi. Dibandingkan tahun 2023, terjadi penurunan nilai investasi di Kabupaten Tangerang. Di tahun sebelumnya, investasi mencapai Rp 29,6 triliun, dan kontribusi dari lima negara utama pun lebih tinggi, yaitu Rp 11,6 triliun.
Penurunan ini terutama dipicu oleh berkurangnya suntikan modal dari Singapura dan Hongkong. Pada tahun 2023, Singapura menanamkan Rp 6,8 triliun dan Hongkong Rp 1,7 triliun, sementara di 2024 angka tersebut turun menjadi Rp 4,4 triliun dan Rp 719 miliar.
Meski begitu, optimisme tetap membara. Mudji Widodo berharap iklim investasi di tahun 2025 dapat kembali membaik dan realisasi investasi bisa meningkat lagi. (*/bbs)















