Tangerang, HALOBANTEN.COM – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, memberikan tanggapan resmi terkait kasus dugaan bullying yang menimpa seorang siswa (diduga dari SMPN 19 Tangsel). Pilar menjelaskan bahwa pemerintah kota, melalui Dinas Pendidikan, telah memfasilitasi mediasi antara orang tua korban dan terduga pelaku sejak pekan lalu.
Saat ini, Pemkot Tangsel juga fokus memantau kondisi kesehatan siswa yang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
“Terkait kasus bullying yang terjadi kemarin, sebenarnya dari minggu lalu Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan sudah melakukan mediasi,” ujar Pilar Saga Ichsan, Rabu (12/11/2025).
Ia menyebut mediasi ini melibatkan orang tua korban dengan orang tua terduga pelaku dan telah menghasilkan kesepahaman awal. Pilar juga membenarkan kabar bahwa siswa korban saat ini masih menerima perawatan di RS Fatmawati.
“Terkait kondisi kesehatannya, terus Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan pantau. Jadi mohon doanya saja, mudah-mudahan siswa ini memperoleh kesehatan seperti sedia kala,” tambahnya.
Lebih lanjut, Pilar mengungkapkan informasi yang ia terima dari Dinas Kesehatan mengenai kondisi siswa. Menurutnya, siswa tersebut memiliki riwayat penyakit yang cukup serius sebelum insiden perundungan terjadi.
“Diduga ya, karena saya mendapatkan informasi daripada Dinas Kesehatan, bahwa siswa ini memiliki riwayat penyakit yang cukup serius sebetulnya. Jadi sudah ada sebelumnya,” jelas Pilar.
“Dan mungkin, saya enggak tahu apakah terpicu oleh kejadian kemarin atau seperti apa, hingga siswa tersebut masuk rumah sakit. Dan sekarang mendapatkan perawatan secara intensif,” jelasnya.
Pemkot Tangsel Gandeng KPAI
Pemerintah kota tidak bekerja sendiri. Pilar menegaskan pihaknya terus membangun koordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Polres Tangsel. Langkah ini bertujuan untuk mendalami akar permasalahan kasus bullying ini secara menyeluruh.
Selain itu, ia telah menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk meminta seluruh kepala sekolah meningkatkan pengawasan guna mencegah kejadian serupa.
“Kami selalu komunikasi dengan Kepala Sekolah melalui Dinas Pendidikan, supaya terus mengawasi anak-anak sekolah kita, supaya menghindari dan juga mengeliminir permasalahan-permasalahan bullying yang merupakan kenakalan remaja,” tegasnya.
Hingga saat ini, Pilar mengaku masih menunggu hasil pemeriksaan medis secara menyeluruh dari pihak rumah sakit, karena siswa masih dalam tahap observasi.
“Tapi yang saya dapatkan informasi terakhir tadi malam memang kondisi siswa memiliki riwayat penyakit yang memang cukup berat. Kita terus memantau, terus mengecek perkembangan kesehatan beliau,” pungkasnya.
(Alif/Jek/Red)















