Tangerang Selatan, — HALOBANTEN.COM – Tangsel Bersatu kembali menggelar Aksi Damai Pelajar Vol.4 yang melibatkan ratusan siswa dari berbagai sekolah di Kota Tangerang Selatan, Jumat (13/2/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Alun-Alun Pamulang dan mengusung pesan kuat penolakan terhadap tawuran serta perundungan.
Selain itu, panitia mencatat lebih dari 200 pelajar ambil bagian dalam kegiatan tahunan tersebut. Para peserta berasal dari sekitar 60 sekolah yang tersebar di Kota Tangerang Selatan, dengan masing-masing sekolah mengirim dua perwakilan siswa melalui koordinasi bersama Dinas Pendidikan setempat.
Sementara itu, Ketua Tangsel Bersatu, Pito, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin organisasi yang bertujuan mempererat hubungan antar pelajar. Menurutnya, aksi damai menjadi ruang pertemuan bagi siswa yang sebelumnya belum saling mengenal hingga akhirnya mampu membangun komunikasi dan semangat persaudaraan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa latar belakang kegiatan tersebut berkaitan dengan meningkatnya kasus tawuran, pelecehan, dan bullying di kalangan remaja. Oleh sebab itu, Tangsel Bersatu berupaya menghadirkan langkah konkret melalui gerakan kolektif yang melibatkan pelajar serta berbagai pemangku kepentingan.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari unsur TNI, kepolisian, serta Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Kolaborasi tersebut bertujuan memperkuat pembinaan karakter pelajar sekaligus menekan potensi kekerasan di lingkungan sekolah.
Kemudian, rangkaian acara terisi dengan berbagai kegiatan edukatif. Panitia menghadirkan edukasi sosial, kampanye stop tawuran dan bullying, penyuluhan bahaya narkoba, hingga pembinaan langsung dari pihak kepolisian. Melalui pendekatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsekuensi hukum serta dampak sosial dari tindakan menyimpang.
Di sisi lain, Kapolsek Pamulang, AKP Galuh Febri Saputra, mengingatkan para pelajar agar menjaga perilaku demi masa depan mereka. Ia menekankan bahwa keterlibatan dalam tindak pidana dapat memengaruhi catatan kepolisian, termasuk penerbitan SKCK yang kerap menjadi syarat melamar pekerjaan.
Selanjutnya, ia juga mengimbau para siswa agar menjelang bulan puasa tidak muncul aksi negatif yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Ia berharap para pelajar mampu menjadi generasi penerus bangsa yang bertanggung jawab.
Pada akhirnya, Aksi Damai Pelajar Vol.4 tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan. Sebaliknya, kegiatan ini diharapkan menjadi simbol persatuan pelajar di Kota Tangerang Selatan sekaligus inspirasi bagi daerah lain untuk menghadirkan ruang pembinaan yang solutif dan berkelanjutan.
(Alif/Jar Kasih)















