Serang, HALOBANTEN.COM— Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Risyad Fahlefi, melantik jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GMNI Provinsi Banten periode 2026–2028 dalam rangkaian agenda konsolidasi ideologi bertema “Membumikan Pancasila di Tanah Banten”. Kegiatan tersebut berlangsung di Serang dan mempertemukan kader serta sejumlah pejabat daerah.
Selanjutnya, dalam pidato politiknya, Ketua DPD GMNI Banten Zein Nasution menegaskan bahwa Pancasila tidak cukup sekadar menjadi hafalan normatif. Ia menyatakan bahwa nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam praktik sosial, ekonomi, dan politik masyarakat.
Menurutnya, tantangan generasi saat ini bukan lagi sebatas merumuskan makna Pancasila. Sebaliknya, generasi muda memiliki tanggung jawab memastikan nilai ideologi tersebut terwujud nyata dalam kehidupan rakyat.
Selain itu, Zein menjelaskan bahwa Pancasila lahir dari pergulatan sejarah panjang rakyat Indonesia melawan kolonialisme, feodalisme, serta ketimpangan sosial. Oleh karena itu, ia mendorong kader GMNI menjadikan Pancasila sebagai ideologi pembebasan yang berpihak kepada rakyat kecil.
Lebih jauh, ia memaparkan bahwa Banten bukan hanya wilayah administratif, melainkan ruang sejarah dan kebudayaan yang sarat nilai perjuangan. Ia mencontohkan perlawanan Kesultanan Banten terhadap kolonialisme, peran jawara dalam menjaga martabat masyarakat, serta konsistensi masyarakat Baduy dalam merawat alam dan tradisi. Di samping itu, ia juga menyinggung buruh dan nelayan sebagai penggerak utama ekonomi daerah yang mencerminkan nilai keadilan sosial.
Zein menyerukan agar generasi muda mengambil peran historis dalam mengaktualisasikan Pancasila sebagai dasar perjuangan. Ia menekankan pentingnya menghadirkan keadilan sosial melalui keberpihakan pada petani, buruh, nelayan, dan masyarakat desa. Menurutnya, keadilan sosial merupakan hak rakyat yang harus diperjuangkan secara kolektif.
Mitra Kritis dan Strategis Pemerintah
Zein menegaskan bahwa GMNI Banten siap berperan sebagai mitra kritis sekaligus strategis bagi Pemerintah Provinsi Banten. Namun demikian, ia memastikan organisasi tetap menjaga independensi gerakan mahasiswa. Ia menambahkan, GMNI terbuka untuk kolaborasi pembangunan daerah sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan publik agar selaras dengan kepentingan rakyat dan nilai Pancasila.
Sementara itu, sejumlah pejabat turut menghadiri pelantikan tersebut, antara lain Sekretaris Daerah Provinsi Banten Deden Apriandhi, Anggota DPR RI Komisi I Sarifah Ainun Jariyah, serta jajaran pejabat organisasi perangkat daerah Provinsi Banten. Selain itu, perwakilan kepolisian, unsur KONI, akademisi, serta alumni GMNI yang bertugas di KPU dan Bawaslu se-Provinsi Banten juga tampak hadir.
Melalui momentum pelantikan ini, DPD GMNI Banten menyatakan komitmen memperkuat konsolidasi ideologi kader, memperluas peran mahasiswa dalam ruang sosial-politik, serta mendorong aktualisasi Pancasila sebagai pedoman perjuangan guna mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
(Jar Kasih)















