Tangerang, HALOBANTEN.COM — Jalan rusak kembali merenggut korban jiwa di Jalan Raya Pasar Kemis–Rajeg, Kabupaten Tangerang. Pada Jumat (13/2/2025), seorang pelajar kelas XII bernama Calya Ratnadhita Ardianingrum meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas saat berangkat ke sekolah.
Menurut keterangan warga sekitar, peristiwa bermula ketika korban melaju menuju sekolah Permata Insani. Saat itu, korban berusaha berbelok sambil menghindari lubang di badan jalan. Namun sepeda motor yang ia kendarai kehilangan keseimbangan hingga terjatuh.
Di saat yang sama, sebuah truk molen yang melintas dari arah belakang tidak sempat mengerem dan akhirnya melindas tubuh korban hingga meninggal di lokasi kejadian.
Akibat insiden tersebut, sejumlah pengendara menghentikan kendaraan untuk melihat kondisi korban. Kondisi itu kemudian memicu kemacetan di sepanjang ruas jalan.
Sementara itu, suasana duka menyelimuti rumah korban di Perumahan Sindang Panon Residence, Desa Sindang Panon, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang. Ibunda korban, Nur Setiawati, tampak terpukul dan harus mendapat penopang dari tetangga karena tidak kuasa menahan kesedihan.
Selain itu, ratusan pelajar rekan satu sekolah turut mendatangi rumah duka. Tangis para siswa pecah ketika jenazah korban bersiap berangkat menuju tempat pemakaman di Lampung, Sumatera.
Di mata teman dan tetangga, almarhumah dikenal sebagai pribadi ramah dan mudah bergaul. “Almarhumah sahabat yang baik dan tidak pernah bermasalah dalam pertemanan,” ujar Cantika, teman sekelas korban, dengan mata berkaca-kaca. Hal senada juga terungkap dari Iin Indrawati, tetangga korban, yang mengaku kehilangan sosok anak muda yang santun dan murah senyum.
Polisi: Empat Korban Jiwa dalam Dua Pekan
Polresta Tangerang mencatat sedikitnya empat kecelakaan fatal sepanjang Februari 2026 di ruas Jalan Raya Pasar Kemis. Seluruh insiden tersebut melibatkan sepeda motor dan kendaraan berat.
Kepala Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polresta Tangerang, Ipda Purbawa, menjelaskan bahwa empat kecelakaan terjadi dalam kurun waktu berdekatan. Korban pertama merupakan perempuan berinisial M (42) yang meninggal setelah terlibat kecelakaan dengan truk. Berikutnya, perempuan berinisial SM (21) tewas usai kecelakaan dengan dump truk pada Minggu (7/2). Kemudian, pada Selasa (11/2), seorang pria berinisial ML (19) meninggal di lokasi setelah bertabrakan dengan truk trailer. Terakhir, siswi berinisial CRA (18) meninggal akibat kecelakaan dengan truk molen pada Jumat (13/2).
Menurut Purbawa, setiap kejadian memiliki penyebab berbeda. Namun demikian, sejumlah insiden berlangsung di sekitar titik jalan berlubang. Selain faktor kondisi jalan, unsur kelalaian pengendara juga turut menjadi perhatian penyidik.
Dugaan Kelalaian Penyelenggara Jalan
Lebih lanjut, Purbawa menyatakan pihaknya tengah menelusuri kemungkinan adanya unsur kelalaian penyelenggara jalan. Proses penyelidikan mencakup koordinasi untuk memastikan kewenangan pengelolaan ruas Jalan Raya Pasar Kemis, apakah berada di bawah pemerintah kabupaten, provinsi, atau pemerintah pusat.
Rangkaian kecelakaan ini kembali memunculkan sorotan terhadap keselamatan pengguna jalan di Kabupaten Tangerang. Warga berharap perbaikan infrastruktur segera terlaksana agar tidak lagi muncul korban jiwa berikutnya.
Hingga berita ini tayang, HALOBANTEN.COM belum berhasil meminta keterangan resmi dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang.
Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah belum bisa dikonfirmasi saat wartawan menghubungi melalui telpon genggam. Begitu juga dengan Sekdis DBMSDA, Endang Sukendar tak bisa dihubungi pada Sabtu (14/2/2026).
(Jar Kasih)















