Tangerang, HALOBANTEN.COM — Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, puluhan relawan Banksasuci bersama UPTD DAS Cidurian–Cisadane menggelar aksi bersih sampah di Kali Sabi, Tangerang, Banten, Sabtu (14/2/2026). Selain itu, kegiatan tersebut sekaligus menguatkan kampanye Gerakan Banten ASRI, Indonesia ASRI yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Inisiator Aksi Bersih Kali Sabi, Ade Yunus, menegaskan Gerakan Nasional Indonesia ASRI merupakan gerakan kolektif yang melibatkan pemerintah, komunitas, serta masyarakat. Dengan demikian, kolaborasi menjadi kunci utama dalam menangani persoalan sampah dan lingkungan.
Ade menyampaikan rasa syukur atas dukungan Pemerintah Provinsi Banten dalam kegiatan tersebut. Menurut dia, berkat kolaborasi lintas pihak, relawan berhasil mengangkat puluhan ton sampah dari aliran Kali Sabi.
Di sisi lain, kondisi Kali Sabi yang melintasi Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang selama ini kerap memicu banjir. Pasalnya, tumpukan sampah menghambat aliran air hingga menyebabkan luapan saat curah hujan meningkat.
Relawan Bisa Berdiri di Atas Tumpukan Sampah yang Mengambang
Bahkan, Ade menggambarkan kondisi sungai yang memprihatinkan. Ia menyebut, relawan sempat berdiri di atas tumpukan sampah yang telah mengendap hingga dasar sungai. Oleh sebab itu, ia menilai pembersihan sungai harus berlangsung secara berkelanjutan agar potensi banjir dapat ditekan.
Edukasi kepada masyarakat akan terus digencarkan. Dengan cara itu, ia berharap kebiasaan membuang sampah ke sungai dapat berkurang secara signifikan.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan apresiasi kepada komunitas peduli sungai yang telah mengambil inisiatif dalam aksi tersebut. Menurutnya, peran aktif masyarakat memperkuat semangat Gerakan Banten ASRI di berbagai daerah.
Melalui sambungan video, Andra menyapa para relawan di lokasi kegiatan. Ia mengaku terkejut melihat volume sampah yang telah mengendap hingga menyerupai daratan.
Andra menyampaikan terima kasih serta pesan kepada para relawan agar tetap menjaga semangat dan kesehatan dalam menjalankan aksi lingkungan. Dengan demikian, upaya menjaga kebersihan sungai dapat berlangsung secara konsisten dan memberi dampak nyata bagi masyarakat Tangerang.
(Jar Kasih)















