BBM Pertalite Hilang di Warung Eceran di Tangsel, Pedagang : Kami Hanya Boleh Belanja Rp50 Ribu Per Hari

Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite hilang di warung Eceran sejak beberapa pekan terakhir. Ketiadaan BBM subsidi di tingkat pengecer ini membuat masyarakat kecil atau kelas bawah terpaksa harus membeli Pertamax yang harganya jauh lebih mahal.

Menghilangnya Pertalite di tingkat pengecer ini terjadi di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Toko dan warung yang biasanya setiap hari menjajakan BBM subsidi tersebut kini hanya menjual Pertamax saja.

Salah satu penjaga toko di Kranggan, Kecamatan Setu, Ahmad mengaku sudah tiga Minggu tidak menjual Pertalite. Saat ini pihak SPBU Pertamina tempatnya belanja BBM sudah tidak melayani pembelian Pertalite menggunakan jerigen ukuran besar kepada pedagang eceran.

BACA JUGA

“Kami hanya boleh membeli Pertalite maksimal Rp50 ribu saja perhari, dan itu hanya cukup sekali dalam sehari,” ungkap Ahmad kepada halobanten.com, Kamis (16/7/2026).

Ia mengaku tidak mengerti dengan kebijakan SPBU Pertamina dan pemerintah membuat aturan tersebut. Padahal, konsumen yang setiap hari membeli Pertalite di tokonya merupakan masyarakat kelas bawah atau masyarakat kecil.

“Konsumen kami semuanya cuma pengguna motor (kendaraan roda dua), warga kampung,” tuturnya.

Konsumen Merosot, Pendapatan Anjlok

Akibat tidak menjual Pertalite, kini 80 persen konsumennya hilang. Akibatnya, penghasilan usahanya mengalami penurunan drastis.

“Orang gak mau beli Pertamax, harganya mahal banget. Lagian itu kan BBM nonsubsidi buat orang kaya,” cetusnya.

Pemilik warung eceran lainnya, Madi juga mengatakan hal yang sama. Ia yang biasanya menjual 30 sampai 40 liter Pertalite perhari kini memilih tidak menjual BBM. Alasannya, semua konsumennya biasa membeli Pertalite. Sedangkan untuk Pertamax hampir tidak ada peminatnya.

“Saya dah gak jualan BBM sejak ada pembatasan pembelian Pertalite di SPBU Pertamina,” kata Madi.

Akibat tidak menjual Pertalite, ia mengaku mengalami penurunan pendapatan usaha sangat drastis karena sebagian konsumennya merupakan pelanggan Pertalite.

“Pemerintah lagi tega sama rakyat kecil. Saya juga bingung mau cari uang kemana lagi buat menghidupi keluarga sehari-hari, omset usaha menurun drastis,” tuturnya.

(JAR)

BERITA LAINNYA