”Oleh karena itu saya berikan penekanan tadi bahwa bicara pembangunan derajat kesehatan AKI dan AKB adalah bagian dari pembangunan derajat kesehatan itu bukan bicara tentang masalah klinis semata,” kata Pandji Tirtayasa.
Pandji Tirtayasa Ungka Penyebab Tingginya Kasus AKI dan AKB
Pembangunan kesehatan bukan tugas Dinkes semata tapi pembangunan kesehatan menyangkut semua dinas lintas sector.
Mulai dari ibu-ibu, ormas, PKK, organisasi keagamaan termasuk dindik itu semua harus terlibat dalam membangun derajat kesehatan.
Pandji Tirtayasa mengatakan, selama ini kesannya apabila bicara membangun kesehatan seolah olah hanya memperbanyak puskemas, dokter hingga meningkatkan anggaran pengadaan obat.
Padahal bicara pembangunan kesehatan adalah terjadinya penurunan AKI dan AKB dengan meningkatkan angka harapan hidup.
”Makanya kalau membangun kesehatan akan bicara bagaimana masalah ekonomi, akses, sosial, perilaku dan budaya masyarakat,” ucapnya.
Penyebab masih tingginya AKI dan AKB di Kabupaten Serang karena terlambat penanganan dan ketidakpahaman.
Kemudian juga terlalu cepat kawin, terlalu tua, di mana yang usianya sudah lewat masih melahirkan padahal itu masa masa kritis untuk melahirkan.
Kurangnya pemahaman masyarakat juga terlambat di tangani, selain juga bisa jadi rendahnya mutu layanan ibu dan anak.















