“Atau jangan-jangan dia (Puspiptek-red) sudah punya mesin untuk pengelolaan sampah. Kita dorong DLH untuk kerjasama dengan lembaga saint dan teknologi dalam menangani sampah, terutama dengan Puspiptek,” bebernya.
Menurutnya, persoalan penanganan sampah di Kota Tangsel, tentunya harus melibatkan semua pihak. Termasuk di dalamnya adalah lembaga saint dan teknologi BRIN di Puspiptek.
“Puspiptek ini kan terkenal tak hanya di Indonesia, eksistensi di dunia saint dan teknologi juga ngak perlu ditanyakan lagi. Ini yang harus dimanfaatkan DLH. Karena sampah itu masalah kita bersama, solusinya pun harus ditangani bersama-sama,” pungkasnya. (DRA/JEK)






















