News » NASIONAL » NASIONAL » Halaman 2

BNPB Buka Saluran Kontak (Hotline) Penanganan Banjir Sumatera dan Aceh

Jakarta, HALOBANTEN.COM – Mengingat banyaknya warga belum bisa menghubungi keluarga pada wilayah terdampak Banjir Sumatera dan Aceh, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membuka saluran kontak pada nomor 0811-6164-5500.

“Keluarga yang masih kesulitan menghubungi sanak keluarganya di daerah terdampak dapat mengirimkan data nama, umur, jenis kelamin, dan alamat. Beberapa sambungan telepon masuk juga menyertakan titik lokasi terakhir, ini akan sangat membantu,” kata Muhari.

Data yang diterima akan teruskan ke petugas BNPB pada lapangan untuk pengecekan langsung. Muhari mengimbau permintaan informasi dikirimkan via WhatsApp, karena jalur telepon rawan padat.

BACA JUGA

BNPB Tetapkan Tiga Prioritas dalam Penanganan Darurat

Pertama, Pemulihan Akses Darat: Terutama jalan yang tertimbun longsor dan jembatan yang putus. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menyiagakan alat berat dan menunggu cuaca membaik agar operasi optimal.

Kedua, Penyaluran Logistik: Baik makanan maupun non-makanan, penyaluran logistik Banjir Sumatera melalui jalur udara. “Kepala BNPB sudah menyatakan akan menggeser beberapa unit helikopter lainnya dan pesawat karavan agar benar-benar bisa optimal,” ujarnya.

Ketiga, Pemulihan Komunikasi dan Listrik: Agar masyarakat dapat kembali berkomunikasi dengan keluarga serta memudahkan penyampaian informasi darurat.

BNPB juga mengoperasikan dua pesawat modifikasi cuaca untuk menekan intensitas hujan sejak malam sebelumnya. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi genangan dan risiko longsor susulan. Pemerintah mulai mendata kerusakan rumah, fasilitas umum, dan infrastruktur. Untuk jembatan vital yang menjadi jalur ekonomi warga, pemerintah menargetkan perbaikan jembatan vital dalam 2-6 minggu.

Muhari menegaskan, pihaknya akan terus memberikan pembaruan informasi pada lapangan, agar penanganan bencana dapat terlaksana secara efektif dan efisien.

“BNPB akan terus mengupdate situasi di lapangan agar penanganan bencana hidrometeorologi basah di tiga provinsi ini bisa kita lakukan secara efektif dan efisien,” pungkasnya.

(*/Red)

BERITA LAINNYA