Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi banjir yang kerap melanda wilayah Kota Tangerang Selatan. Pada Rabu (26/3/2025).
Kepala Pelaksana BPBD Tangsel, Sutang Suprianto, menjelaskan bahwa secara geografis, Kota Tangerang Selatan diapit oleh tiga sungai besar, yakni Sungai Pesanggrahan di timur, Kali Angke di tengah, dan Sungai Cisadane di barat.
“Jadi banjir kita itu di Tangsel bisa terjadi banjir dan genangan itu manakala memang selain hujan di Tangsel juga ada banjir kiriman dari hulu,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa banjir kiriman ini berasal dari daerah di Jawa Barat, seperti Bogor dan Depok. Air yang meluap dari daerah hulu tersebut memperbesar risiko banjir di sejumlah titik di Tangerang Selatan.
Sutang Suprianto mengungkapkan bahwa terdapat 27 titik yang rawan mengalami banjir dan genangan di Kota Tangerang Selatan.
Namun, sebagian besar merupakan genangan yang cepat surut dalam waktu kurang dari 24 jam. Sementara itu, ada tiga titik yang kerap mengalami banjir lebih serius.
“Yang banjir itu ada hanya kurang lebih tiga titik, yaitu di Maharta, Reni Jaya, dan juga di BPI. Itu yang sering terjadi banjir,” ujarnya.
Selain banjir dan genangan, BPBD juga mengantisipasi potensi tanah longsor. Sutang menyebut bahwa wilayah yang paling rawan longsor berada di Kecamatan Setu.
Hal ini menjadi perhatian khusus bagi pihaknya untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), prakiraan cuaca dalam sepekan ke depan menunjukkan bahwa hujan masih akan terus mengguyur Kota Tangerang Selatan.
“Untuk perkiraan cuaca sepekan ke depan untuk tanggal 25 sampai 31 ini dari BMKG, bahwa di tanggal 25 ini untuk Kota Tangerang Selatan yaitu hujan di siang hari ada hujan ringan dan hujan sedang,” ujarnya.
Lebih lanjut, cuaca di tanggal 26 diperkirakan masih akan sama, dengan hujan ringan hingga sedang. Bahkan, menjelang Idulfitri 2025, musim penghujan masih diprediksi akan berlangsung.
“Informasi dari BMKG diprediksi masih ada hujan di satu minggu ke depan,” ujarnya.
Dengan kondisi ini, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir dan genangan, terutama di titik-titik rawan yang telah teridentifikasi. (*/Alif)















