Wawan melanjutkan, Pemkot Tangerang akan terus berkomitmen meningkatkan hasil produksi itu hingga usai masa uji coba dalam sebulan terakhir.
Berdasarkan catatan, imbuhnya, mesin RDF mampu memproduksi 30 ton bahan bakar alternatif (anorganik), 20 ton jumputan padat (organik), dan sekitar 250 Kg produk bernilai ekonomis lainnya.
“Tidak hanya bahan bakar alternatif anorganik yang siap didistribusikan, kami juga sedang tahap pengkajian dan komunikasi lebih lanjut untuk menawarkan hasil olahan organik kepada salah satu PLTU di Provinsi Banten,” paparnya.
Selain itu, sambungnya, Pemkot Tangerang dalam waktu dekat ini akan merealisasikan pembangunan instalasi listrik permanen untuk menunjang proses produksi secara maksimal. (Cak)















