Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan (DLH Tangsel) terus melakukan berbagai inovasi dalam menyelesaikan masalah krisis iklim serta lingkungan hidup lainnya.
Kepala DLH Tangsel Wahyunoto Lukman mengatakan sebagaimana diketahui bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini mengangkat tema “Land Restoration, Desertification, and Drought Resilience” yang artinya “Restorasi lahan, penggurunan, dan ketahanan terhadap kekeringan”.
Di Indonesia sendiri secara nasional mengusung tema “Penyelesaian Krisis Iklim Dengan Inovasi dan Prinsip Keadilan”.
Tema secara nasional ini juga sangat signifikan terhadap program kegiatan Pemerintah Kota Tangsel khususnya melalui Dinas Lingkungan Hidup.
Tema ini tentu menjadi pengingat atau kampanye buat semua pihak bahwa penyelesaian masalah iklim itu sudah saatnya harus melalui inovasi dan teknologi.
Upaya pemulihan lahan diharapkan dapat menggunakan, memanfaatkan, dan melibatklan teknologoi inovasi.
Wahyunoto mencontohkan, saat ini DLH Tangsel telah meningkatkan inovasi teknologi untuk mengukur polusi udara.
Alat pengukur polusi udara yang digunakan oleh DLH Tangsel ini mampu mengukur Partikulat Materi (PM) 1 dan PM2, termasuk mengukur unsur-unsur kimia berbahaya sebagai unsur polutan yang ada di udara.
Sebagai informasi, PM1 dianggap sangat berbahaya karena ukurannya yang sangat kecil. Semakin kecil diameter suatu partikel, maka semakin banyak bahaya yang biasanya dapat menyebabkan partikel-partikel kecil di udara seperti PM1 cukup kecil untuk menembus jaringan paru-paru dan masuk ke aliran darah.
PM1 ukuran kurang dari 1 mikron ini kemudian dapat bersirkulasi ke seluruh tubuh dan menyebabkan efek kesehatan sistemik.
“Selain dengan teknologi yang tepat, kita juga punya aplikasinya agar warga masyarakat bisa mengetahui, sehingga setelah masyarakat mengetahui diharapkan sadar dan bersama-sama untuk membantu menjaga masalah iklim,” kata Wahyunoto.

Selain meningkatkan pemanfaatan alat dengan inovasi teknologi, DLH Tangsel juga mengedepankan prinsip keadilan dan inklusifitas dalam menghadapi isu lingkungan.
Sehingga semua orang berhak untuk berpendapat, berkewajiban dan bertanggungjawab untuk memulihkan keadaan serta seluruh pemangku kepentingan juga mendorong terciptanya semangat untuk peduli terhadap lingkungan hidup.
Dengan tema-tema baik yang diusung di tingkat internasional maupun nasional khususnya tema Land Restoration ini juga terkait erat dengan program Pemkot Tangsel untuk terus meningkatkan ruang terbuka hijau yang dikonservasi dengan keanekaragaman hayati sehingga mampu untuk mengurangi resiko polusi udara.
Peningkatan ruang terbuka hijau yang dikonservasi dengan keanekaragaman hayati ini juga mampu mencegah peningkatan polusi udara.
Tentu selain ruang-ruang terbuka hijau milik Pemkot Tangsel atau fasilitas-fasilitas umum milik Pemkot Tangsel, dia juga mengimbau warga masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan, halaman-halaman atau ruang-ruang dekat lingkungan masing-masing dengan menanam pohon agar lebih hijau dan menambah konservasi dengan keanekaragaman hayati yang ada di wilayah masing-masing.
“Mari kita jaga lingkungan hidup dengan momen hari lingkungan hidup sedunia. Mudah-mudahan seluruh warga masyarakat khususnya di Kota Tangerang Selatan kembali bangkit dan bersama-sama menjaga lingkungan rumahnya.
“Tangerang Selatan adalah rumah kita bersama tanggungjawab kita Bersama,” pungkasnya. (ADV)















