JAKARTA, HALOBANTEN.COM – Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, membuat pernyataan yang cukup mengejutkan terkait upaya pemberantasan Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN) di Indonesia.
Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto menghadapi tantangan besar, bukan karena minimnya komitmen, melainkan karena KKN kini sudah “seperti angin, ada di mana-mana.”
Dalam sebuah kesempatan, Fadli mengungkapkan keprihatinannya, “Kalau soal KKN, apa sih sekarang yang nggak KKN?” Sebuah pertanyaan retoris yang menggambarkan betapa akutnya permasalahan ini.
Ia menilai praktik KKN saat ini tidak hanya marak, namun juga masif dan semakin canggih. Bentuknya tak lagi sebatas suap atau proyek fiktif; kini, KKN bisa menjelma dalam bentuk digital, sistematis, bahkan terkadang memiliki legitimasi secara teknis.
“Pak Prabowo saja kesulitan,” ujar Fadli. Dia menegaskan bahwa pemerintah tidak diam, namun sedang berhadapan dengan “monster yang bisa berubah bentuk setiap hari.”
Meskipun demikian, Fadli menekankan bahwa komitmen untuk bersih-bersih dari KKN tetap menjadi prioritas. Hanya saja, ia menganalogikan KKN sebagai penyakit kronis. Sulit menghilangkannya, sering kambuh, dan jika ada pembiaran, dapat menguras anggaran negara hingga kering.
“Maksud saya, ini sudah kita tangani dengan serius,” katanya. Namun di sisi lain juga mengakui, “Masalahnya, KKN itu selalu tumbuh dan menjamur.”
Singkatnya, pemerintah terus berupaya, namun KKN ibarat jamur di musim hujan—di potong satu, tumbuh sepuluh. (*/bbs)















