Jakarta, HALOBANTEN.COM – Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, kembali membuat gebrakan dengan melakukan rotasi jabatan besar-besaran di lingkungan militer.
Mutasi ini tercatat dalam Kep/667/V/2025 yang diterbitkan pada 27 Mei 2025. Perombakan ini tidak hanya menyasar pucuk pimpinan strategis, tetapi juga melibatkan posisi-posisi penting di Badan Intelijen Negara (BIN) dan TNI AD.
Rafael Granada Baay Duduki Kursi Sestama BIN, Gantikan Djaka Budi Utama
Salah satu sorotan utama dalam mutasi ini adalah pengangkatan Mayjen Rafael Granada Baay sebagai Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara (Sestama BIN). Rafael menggantikan Letjen (Purn) Djaka Budi Utama yang sebelumnya dilantik menjadi Dirjen Bea Cukai atas restu Presiden Prabowo.
Jejak rekam Rafael di dunia intelijen tak perlu diragukan; ia pernah menjabat Direktur H Bais (2021–2023) dan juga Danpaspampres di era Presiden Jokowi. Sebagai alumni Akmil ’93 dari infanteri Kopassus, pengalamannya diharapkan mampu membawa angin segar di BIN.
Deddy Suryadi Jabat Pangdam Jaya, Achiruddin Pimpin Kodam IV/Diponegoro
Kursi Pangdam Jaya yang sebelumnya dipegang Rafael kini diduduki oleh Mayjen Deddy Suryadi. Posisi Deddy sebagai Pangdam IV/Diponegoro kemudian diisi oleh Mayjen Achiruddin, sosok yang dikenal dekat dengan dua presiden, Jokowi dan Prabowo, berkat perannya sebagai Danpaspampres.
Danpaspampres dan Dankoopsus TNI Juga Berganti Pimpinan
Mutasi ini juga merembet ke posisi Danpaspampres yang kini dipercayakan kepada Mayjen Edwin Adrian Sumantha, alumni Danseskoad. Sementara itu, Mayjen Hendy Antariksa, mantan Dankoopsus TNI, akan mengisi posisi yang ditinggalkan Edwin. Di jajaran Kopassus, Brigjen Yudha Airlangga yang sebelumnya Wadanjen Kopassus kini menjabat Dankoopsus, dan posisinya diisi oleh Brigjen Ferdial Lubis.
Angkatan Laut Turut Berbenah, Kadisjarahal dan Kadispenal Berganti
Pergeseran tak hanya terjadi di Angkatan Darat. Di Angkatan Laut, Laksma I Made Wira Hady kini menjabat Kadisjarahal, menggantikan Laksma Tunggul yang beralih tugas sebagai Kadispenal. Rotasi ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan efektivitas di berbagai lini.
Dengan banyaknya pergeseran posisi strategis ini, menarik untuk dinantikan bagaimana para pemimpin baru akan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di tengah dinamika pemerintahan saat ini. (*/bbs)















