Jakarta, HALOBANTEN.COM — Wilda Siti Nurfadhilah Sugandi, salah satu legenda voli putri Indonesia, harus mengakhiri rekor 10 tahun beruntun tampil di Grand Final Jakarta Livin Mandiri, gagal melaju ke babak Final Four Proliga 2025.
Jakarta Livin Mandiri menempati posisi kelima klasemen akhir musim reguler dengan 18 poin, hasil dari 6 kemenangan dan 6 kekalahan.
Kegagalan ini memupuskan harapan Wilda untuk mencatatkan rekor penampilan ke-11 di Grand Final secara beruntun.
Penyebab kegagalan salah satunya adalah kekalahan dari Bandung BJB Tandamata dengan skor 1-3. Kekalahan tersebut membuat Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia mendapat satu tiket final four Proliga 2025.
Kegagalan Livin Mandiri di tiga laga terakhir, termasuk kekalahan dari Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia, menjadi faktor krusial.
Wilda memiliki rekam jejak yang gemilang di Proliga, dengan 10 kali penampilan beruntun di Grand Final dan 7 gelar juara.
Ia pernah meraih gelar juara bersama Jakarta Elektrik PLN (2015, 2016, 2017), Jakarta PGN Popsivo Polwan (2019), Bandung bjb Tandamata (2022, 2023), dan Jakarta BIN (2024).
Proliga 2025 menjadi musim terakhir Wilda, dan ia menyampaikan pesan haru melalui media sosialnya.
Wilda mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada tim Jakarta Livin Mandiri, dan menerima hasil yang telah di gariskan.
(Awal/Red)















