JAKARTA, HALOBANTEN.COM – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin baru-baru ini bikin geger dengan pernyataan terbarunya. Ia mengungkapkan bahwa untuk mencapai standar layanan kesehatan sekelas Malaysia, Indonesia butuh suntikan dana tambahan hingga Rp1.300 triliun (atau US$84 miliar)!
Angka fantastis ini, menurut Menkes Budi, hampir tiga kali lipat dari total anggaran Kementerian Kesehatan saat ini.
Ironisnya, pengeluaran di sektor kesehatan Indonesia terus membengkak, tapi pertumbuhan ekonominya jalan di tempat. Menkes bahkan menyoroti bagaimana pertumbuhan pengeluaran kesehatan kita selalu lebih cepat dari pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB).
“Kalau terus menambah belanja tanpa efisiensi, sistem ini tidak akan bertahan,” tegas Menkes dalam forum 2025 APAC Health and Life Sciences Summit – Spotlight Indonesia.
Ia menganalogikan situasi ini seperti rumah tangga yang pengeluarannya naik 50%, sementara pendapatannya hanya naik 8%. “Ini jelas tidak seimbang,” imbuhnya.
Melihat kondisi ini, Menkes menekankan bahwa penggunaan teknologi adalah kunci utama agar sistem kesehatan kita tetap kuat dan adaptif di tengah keterbatasan dana. Jadi, pertanyaan besarnya: sampai kapan kita akan terus “boros” tanpa solusi nyata untuk efisiensi di sektor kesehatan? (*/bbs)















