News » NASIONAL » Revolusi Bansos, Kini Pakai ‘Scan Wajah’ Biar Gak Salah Sasaran, Negara Hemat Rp100 Triliun

Revolusi Bansos, Kini Pakai ‘Scan Wajah’ Biar Gak Salah Sasaran, Negara Hemat Rp100 Triliun

JAKARTA, HALOBANTEN.COMBantuan sosial (bansos) yang sering jadi sorotan karena salah sasaran, kini diambang perubahan besar! Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan bahwa pemerintah akan mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (AI), lengkap dengan pemindaian wajah (face recognition), untuk memastikan penyaluran bansos lebih tepat sasaran.

Menurut Luhut, dengan AI, data penerima bansos akan otomatis diperbarui sesuai kondisi terbaru. Jadi, jika ada penerima yang sudah bekerja dan tidak lagi memenuhi syarat, sistem akan langsung mengenali. “Maaf, wajah Anda sudah tidak layak dibantu,” kira-kira begitu respons otomatisnya.

Penerapan teknologi canggih ini digadang-gadang bisa menghemat anggaran negara hingga Rp100 triliun.

BACA JUGA

Sebuah angka yang fantastis, tentu saja, yang bisa dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur digital lainnya—asalkan dananya tidak “bocor” di tengah jalan.

Luhut menegaskan bahwa penggunaan AI ini bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan strategis untuk efisiensi dan efektivitas program pemerintah.

Namun, kapan tepatnya sistem ini akan mulai diterapkan? Itu masih jadi misteri. Jadi, masyarakat diminta bersabar menanti “ujian transformasi digital” ini.

Sembari menunggu AI beroperasi, bansos dan berbagai insentif ekonomi lainnya akan tetap dicairkan mulai 5 Juni 2025. Bantuan ini mencakup diskon transportasi dan listrik, subsidi gaji, hingga tambahan bansos untuk 18,3 juta keluarga.

Harapannya, langkah ini bisa mendongkrak daya beli dan konsumsi masyarakat, bukan hanya sekadar “konsumsi harapan.” (*/bbs)

BERITA LAINNYA