Tangerang, HALOBANTEN.COM – Hentikan penggunaan obat sirup untuk sementara, ratusan anggota Polres Metro Tangerang Kota sebar pamflet dan stiker hentikan penggunaan obat sirup di wilayah Kota Tangerang Banten.
Upaya itu menindaklanjuti imbauan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Sebelumnya, Kemenkes menginstruksikan agar menghentikan sementara penjualan obat dalam bentuk sirup kepada masyarakat.
“Kami turun melakukan edukasi dan pemasangan pamflet dan sticker tentang sejumlah merek obat yang telah ditarik dari peredaran oleh BPOM,” terang Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Zain Dwi Nugroho, Sabtu (22/10/2022).
Penyebaran Pamflet dan Stiker hentikan penggunaan obat sirup ini termasuk pada apotik dan toko.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tangerang terdapat 298 Apotek dan 44 Toko Obat di Kota Tangerang.
Bagi para tenaga kesehatan juga kami minta tidak lagi memberikan resep obat sirup kepada pasien.
Sebagai informasi, BPOM juga telah menarik peredaran 5 merk paracetamol sirup.
Antara lain, Termorex Sirup (obat demam) produksi PT Konimex.
Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu) produksi PT Yarindo Farmatama.
Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), Unibebi Demam Sirup (obat demam).
Kemudian Unibebi Demam Drops (obat demam). Ketiganya merupakan Produksi Universal Pharmaceutical Industries.
Pihaknya meminta kepada jajarannya untuk dapat memberikan informasi yang mudah bagi masyarakat memahaminya.
“Imbauan ini kami sampaikan ke seluruh apotek, toko obat, klinik rumah sakit, sementara tidak menjual maupun menggunakan obat sirup,” pungkasnya. (JEK)
Unibebi Demam Drops (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL1926303336A1, kemasan Dus, Botol @ 15 ml.
Kapolres Metro Tangerang Kota meminta kepada seluruh jajarannya untuk dapat memberikan informasi yang mudah dipahami oleh masyarakat melalui pemasangan sticker, meme, maupun video.
Imbauan ini dilakukan di seluruh apotek, toko obat, klinik rumah sakit, klinik dan praktik mandiri tenaga kesehatan, sementara tidak menjual maupun menggunakan obat sirup,” pungkasnya. (JEK)















