Menurutnya, permasalahan yang sering UMKM hadapi di antaranya kurangnya pembinaan.
Kemudian kelemahan di bidang organisasi, bimbingan menejmen yang kurang maksimal dan kualitas SDM yang belum baik.
Kendati begitu, Sartika meminta agar semua kantor pertanahan dimasing-masing di kota dan kabupaten se-Provinsi Banten terus berupaya memajukan UMKM binaannya.
“UMKM merupakan motor penggerak perekonomian. Jadi dengan bazar ini, dapat memotivasi untuk berinovasi dalam meningkatkan kualitas produk, kualitas kemasan dan pemasarannya sehingga dikenal dan diminati masyarakat,” bebernya.
Panitia penyelenggara roadshow bazar nusantara, Shinta Purwitasari menyebutkan, terdapat 16 booth yang menjadi tempat bazar bagi produk-produk UMKM.
Ke 16 booth itu diantaranya booth Ikawati dari masing-masing kantor pertanahan se-Provinsi Banten.
Ada juga booth Ladara, booth Persatuan Istri Tentara atau Persit, booth Dekranasda, booth Bhayangkari, booth Permodalan Nasional Madani (PNM), dan booth Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT).
“Roadshow bazar nusantara ini juga ada kaitannya dengan tupoksi kementerian ATR/BPN terhadap pemberdayaan masyarakat. Kita melakukan pembinaan pelaku-pelaku UMKM, tujuannya untuk meningkatkan ekonomi pelaku UMKM,” kata Shinta.
Kepala kantor pertanahan ATR/BPN Kota Tangsel ini menuturkan, roadshow bazar yang pertama kali diadakan di Kota Tangsel oleh kementerian ATR/BPN ini, juga menyediakan aneka ragam kuliner khas yang ada di provinsi Banten.
“Ada banyak produk UMKM khas Banten. Mulai kuliner, aksesoris, hingga fashion. Jadi kita tidak hanya fokus pada agraria saja, tapi juga fokus untuk meningkatkan ekonomi melalui produk-produk UMKM masyarakar,” pungkas Shinta.
Roadshow bazar nusantara oleh Ikawati ATR/BPN tersebut dibuka dengan ditandai pemukulan beduk secara serentak oleh Kepala Kantor Pertanahan Wilayah Banten, Sudaryanto bersama Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan. (Red)















