proses pembangunan, serta 49 unit yang memulai pembangunan pada hari ini.
Capaian tersebut, menurut Hengki, menunjukkan kuatnya sinergi antara Polda Banten, pemerintah daerah, Yayasan Kemala Bhayangkari, serta para mitra strategis dalam mendukung program nasional pemenuhan gizi.
Lebih lanjut, Kapolda Banten menjelaskan bahwa SPPG Polda Banten saat ini telah melayani 102 sekolah. Terdiri atas 33 taman kanak-kanak, 49 sekolah dasar, 12 sekolah menengah pertama atau sederajat, serta delapan sekolah menengah atas atau sederajat. Jumlah penerima manfaat mencapai 24.559 orang.
Jangkau 586 Sekolah
Apabila seluruh SPPG Polda Banten dan jajaran telah beroperasi secara penuh, layanan tersebut berpotensi menjangkau 586 sekolah dengan jumlah penerima manfaat sekitar 202.349 orang, termasuk siswa, santri, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Hengki menekankan pentingnya pengelolaan SPPG secara profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan kemanusiaan. Ia meminta seluruh jajaran untuk terus melaksanakan pengawasan, evaluasi, serta membangun kolaborasi berkelanjutan agar program tersebut memberi dampak maksimal bagi masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, Kapolda Banten menyerahkan 20 paket bantuan kepada para relawan SPPG Polda Banten guna memperkuat operasional serta kualitas pelayanan di lapangan.
Melalui kegiatan peletakan batu pertama tersebut, ia berharap seluruh pihak dapat menjaga komitmen bersama dalam mewujudkan generasi yang sehat, kuat, dan sejahtera, sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Provinsi Banten dan masa depan bangsa.
(Jar Kasih/Red)















