Perkiraan kerugian materi akibat peristiwa kebakaran ini mencapai sekitar Rp200 juta.
Pemilik sekaligus penanggung jawab pabrik tahu tersebut, Abdul Rohman saat ini masih melakukan pendataan kerugian lebih lanjut bersama pihak berwenang.
Dalam upaya pemadaman, Damkar mengerahkan sebanyak tujuh unit mobil pemadam kebakaran. Unit yang terlibat berasal dari beberapa pos, yakni Mako Garuda satu unit, Pos Jalak dua unit, Pos Rajawali satu unit, Pos Kasuari satu unit, Pos Cendrawasih satu unit, dan Pos Merpati satu unit.
Koordinasi antarpos pemadam berlangsung baik sehingga api bisa terkendali dan tidak menjalar lebih luas.
Petugas juga menyebutkan bahwa tidak ada hambatan berarti dalam proses pemadaman di lokasi.
Warga setempat turut membantu petugas dengan memastikan jalur evakuasi terbuka dan menyediakan akses air tambahan. Kehadiran aparat RT setempat juga memperkuat jalannya penanganan kebakaran.
Pihak berwenang hingga kini masih terus melakukan pemeriksaan di lokasi untuk memastikan kondisi benar-benar aman.
(Alif/Jek/Red)















