kurang lebih 1.100 ton setiap hari. Kondisi ini menyisakan sekitar 600 ton sampah harian yang membutuhkan solusi tambahan.
Jalin Komunikasi Antar WIlayah
Untuk mengatasi kelebihan volume sampah tersebut, Kementerian LH akan menjalin komunikasi intensif dengan Gubernur Banten serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Koordinasi lintas wilayah ini bertujuan mencari alternatif penanganan sampah agar beban TPA Cipeucang tidak terus meningkat.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie memastikan bahwa masyarakat Tangsel sudah dapat kembali mengirimkan sampah ke TPA Cipeucang mulai hari ini.
Ia menyampaikan bahwa operasional TPA berjalan secara bertahap dengan pengawasan ketat sesuai arahan Kementerian LH.
Benyamin menambahkan bahwa Pemerintah Kota Tangsel berkomitmen menata TPA Cipeucang menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan. Pembenahan fasilitas serta peningkatan tata kelola menjadi bagian dari upaya jangka panjang pemerintah daerah.
Dengan kembali beroperasinya TPA Cipeucang, Pemkot Tangsel berharap pengendalian sampah perkotaan dapat kembali terjaga.
Pemerintah daerah juga mengajak seluruh warga Tangsel berperan aktif melalui pengurangan sampah rumah tangga dan pemilahan sejak sumbernya, sehingga tekanan terhadap kapasitas TPA dapat berkurang secara bertahap.
Warga Protes Kebijakan Menteri LH
Adanya instruksi Kementerian LH terkait pengopreasian kembali TPA Cipeucang, membuat warga sekitar yang terdampak gunung sampah tersebut gerah. Mereka mengklaim bahwa instruksi Menteri LH tanpa ada






















