segera menindaklanjuti hasil sosialisasi melalui pembinaan berkelanjutan di wilayah masing-masing.
Menurut Prima, langkah tersebut penting untuk menemukan potensi religius yang selama ini belum terjangkau, termasuk dari wilayah pedesaan.
Selain itu, Program Tilawah Gemilang 2026 menghadirkan sejumlah pembaruan pada cabang perlombaan yang akan menjadi fokus pembinaan calon kafilah. Salah satunya yakni cabang Tilawah Anak yang menitikberatkan pada penguatan dasar kemampuan membaca Al-Quran sejak usia dini.
“Sosialisasi kali ini membahas berbagai program unggulan dan transformasi perlombaan yang akan dihadapi para calon kafilah, termasuk cabang Tilawah Anak yang berfokus pada penguatan fondasi serta keindahan bacaan Al-Quran sejak usia dini,” katanya.
Sementara itu, untuk menjawab tantangan global, cabang Tafsir Al-Quran dalam program tahun ini menuntut peserta menguasai tiga bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab.
Kemampuan tersebut dinilai penting sebagai bekal pengembangan dakwah dan komunikasi keagamaan pada tingkat internasional.
Selain penguasaan bahasa, aspek literasi akademik keagamaan juga memperoleh perhatian khusus.
Kedua cabang tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir kritis serta kreativitas generasi muda Islam dalam mengkaji sumber-sumber keagamaan secara ilmiah.
“Aspek literasi ilmiah keagamaan menjadi fokus utama melalui cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Quran dan Karya Tulis Ilmiah Hadits. Ini untuk mendorong daya kritis serta kreativitas generasi muda Islam,” ungkap Prima.
Pemkab Tangerang Perkuat Dukungan Pembinaan
Lebih lanjut, Pemkab Tangerang menegaskan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan Program Tilawah

















