Jakarta, HALOBANTEN.COM — Kabar heboh datang dari gedung wakil rakyat! Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengungkapkan bahwa proyek penulisan ulang sejarah Indonesia menelan anggaran sekitar Rp9 miliar. Angka fantastis ini sontak jadi perbincangan, apalagi Fadli Zon dengan santai menyebut jumlah tersebut “tidak seberapa” alias receh di tengah deretan megaproyek yang lebih besar.
“Saya lupa detailnya, tapi perkiraan saya sekitar Rp9 miliar,” ujar Fadli saat ditemui di Senayan pada Jumat (30/5/2025).
Pernyataan ini tentu memicu beragam reaksi, mengingat nominal Rp9 miliar bukanlah jumlah yang kecil bagi sebagian besar masyarakat.
Buku sejarah “versi baru” ini rencananya akan diluncurkan bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-80 kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 2025 mendatang.
Momen yang pas, agar masyarakat dapat menyambut kemerdekaan dengan narasi sejarah yang diklaim lebih segar dan akurat, atau setidaknya, disesuaikan dengan perkembangan terkini.
“Masa sudah 80 tahun merdeka tapi belum punya buku sejarah yang layak?” tambah Fadli, seolah membenarkan urgensi proyek ini.
Proyek ambisius ini sendiri sudah dimulai sejak Januari lalu, dan kini kita hanya tinggal menanti hasil akhir dari “sejarah versi 9 miliar” ini. (*/bbs)















