Jakarta, HALOBANTEN.ID – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat baru saja melakukan perubahan signifikan dalam kepengurusannya. H. Ilham Bintang, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat, resmi digantikan oleh Irjen (Purn) Anton Charliyan.
Selain perubahan di posisi Ketua Dewan Penasihat, enam pengurus pusat lainnya juga diberhentikan, termasuk Novrizon Burhan dari posisi Wakil Ketua Bidang Pembinaan Daerah dan Herlina sebagai Wakil Bendahara Umum.
Hendry Ch Bangun, Ketua Umum PWI Pusat, mengungkapkan bahwa rapat pleno yang dimulai pada pukul 10.00 WIB menghasilkan lima keputusan penting. Salah satu keputusan utama adalah pengesahan pemberhentian H. Ilham Bintang dan penunjukan Anton Charliyan sebagai penggantinya.
“Rapat pleno ini memutuskan untuk mengesahkan perubahan dalam struktur pengurus, termasuk penggantian Ketua Dewan Penasihat,” ujar Hendry Ch Bangun usai rapat pleno yang berlangsung di Sekretariat PWI Pusat, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Senin, 5 Agustus 2024.
Selain H. Ilham Bintang, keputusan rapat juga mencakup pemberhentian tiga pengurus lainnya. Keenam pengurus yang diberhentikan telah diundang secara resmi melalui surat dengan nomor 572/PWI-P/LXXVIII/2024 tertanggal 2 Agustus 2024.
Pengurus yang diberhentikan meliputi Ketua Dewan Penasihat H. Ilham Bintang, Sekretaris Dewan Penasihat Wina Armada, Wakil Ketua Bidang Pembinaan Daerah Novrizon Burman, dan Wakil Bendahara Umum Herlina. Namun, keempat pengurus tersebut tidak hadir dalam rapat.
Rapat pleno PWI Pusat dihadiri oleh 56 dari total 76 pengurus pusat dan sempat mengalami penundaan selama 15 menit karena belum mencapai kuorum. Rapat akhirnya ditutup pada pukul 12.19 WIB setelah mencapai kuorum dan skorsing dicabut.
“Lebih dari dua pertiga pengurus hadir, sehingga rapat dinyatakan kuorum,” jelas Hendry Ch Bangun.
Perubahan kepengurusan ini mencerminkan dinamika organisasi PWI Pusat serta komitmen untuk menjaga profesionalisme dan integritas.
Dengan kepemimpinan baru, PWI Pusat diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan kontribusinya dalam perkembangan dunia jurnalistik di Indonesia. (Red)















