Dalam aksi tersebut, mahasiswa kecewa karena tidak mendapat respon dari Pj Bupati Tangerang Andi Ony maupun Sekda Maesyal Rasyid terkait tuntutan mereka.
Hal ini mendorong mereka mengancam akan menggelar aksi yang lebih besar lagi.
Aksi Berujung Kerusuhan
Aksi unjuk rasa ini sempat memanas dan berujung kerusuhan.
Mahasiswa dan petugas pengamanan terlibat aksi saling dorong dan tendang saat massa mencoba masuk ke dalam Kantor Bupati untuk bertemu Pejabat Bupati dan Sekda.
Aksi ini akhirnya berhasil diredam oleh petugas keamanan. Beberapa perwakilan mahasiswa kemudian diajak bernegosiasi.
Koordinator AMPD, Aziz, menyampaikan beberapa alasan tuntutan mereka. Di antaranya, kinerja Pj Bupati Tangerang dalam pengembangan wilayah Kabupaten Tangerang.
Penyelesaian proses penggusuran Pasar Kutabumi yang dinilai menyengsarakan pedagang.
Kecewa karena tidak mendapat tanggapan dari pejabat daerah terkait surat aksi yang telah dilayangkan tiga hari sebelumnya.
Mahasiswa bersikukuh untuk bertemu dengan pejabat daerah untuk menyampaikan tuntutan mereka secara langsung.
(Red)















