News » BISNIS » Sepatu Bata Tutup Pabriknya di Purwakarta, Toko Tetap Beroperasi

Sepatu Bata Tutup Pabriknya di Purwakarta, Toko Tetap Beroperasi

Jakarta, HALOBANTEN.COM – PT Sepatu Bata Tbk (BATA) resmi menutup pabriknya di Purwakarta, Jawa Barat.

Meski demikian, perseroan memastikan bahwa penutupan pabrik ini tidak akan berdampak pada operasional toko-toko Bata yang tersebar di seluruh Indonesia.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan BATA, Hatta Tutuko, menegaskan bahwa toko-toko Bata akan tetap beroperasi seperti biasa dan melayani pelanggan dengan kualitas produk yang terjaga.

BACA JUGA

“Penutupan pabrik Purwakarta merupakan bagian dari strategi bisnis perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional,” ujar Hatta dalam keterangan resminya, Rabu (15/5/2024).

Untuk memenuhi kebutuhan stok barang, BATA telah menjalin kerjasama dengan pemasok lokal.

“Saat ini proses pemilihan pemasok sedang berlangsung dan produk dari pemasok baru ini akan segera melalui tahap quality testing,” kata Hatta.

Ia juga membantah tudingan bahwa BATA mengandalkan impor untuk memenuhi stok barang pasca penutupan pabrik.

Pihaknya menegaskan untuk tetap menggunakan produk lokal dan menjaga kualitas serta value for money untuk semua konsumen.

Meskipun beralih ke pemasok lokal, BATA tetap akan mendesain produknya sendiri dan bekerjasama dengan produsen lokal untuk pembuatan prototype.

Pihaknya kan tetap melakukan inovasi dalam desain, kualitas, serta pengalaman pelanggan. Menurutnya, hal itu menjadi kunci untuk menghadapi persaingan industri.

Hatta enggan berkomentar terkait kemungkinan masuknya investor lokal ke bisnis BATA di masa depan.

“Kami tidak dapat berbicara atas nama pemegang saham kami,” ujarnya.

Sebagai informasi, mayoritas saham BATA (82,01%) saat ini dipegang oleh Bafin Nederland BV.

Penutupan pabrik Purwakarta ini merupakan langkah strategis BATA untuk meningkatkan efisiensi di tengah kondisi bisnis yang menantang.

BATA mencatatkan rugi tahun berjalan sebesar Rp190,28 miliar sepanjang 2023, meningkat 79,56 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penjualan perusahaan pun mengalami penurunan 5,26 persen menjadi Rp643,45 miliar.

Meskipun menutup pabrik, BATA tetap berkomitmen untuk melayani pelanggan di Indonesia dengan produk berkualitas dan harga terjangkau. (Red)

BERITA LAINNYA