kemerdekaan dan kemakmuran bangsa,” tutupnya.
Komitmen Pemerintah Kota Tangsel Jaga Warisan Sejarah
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie mendampingi Mensos Saifullah Yusuf dan Gubernur Banten Andra Soni, mengenang sejarah di Monumen Palagan Lengkong bersama ratusan siswa.
Benyamin mengutarakan, monumen, yang merupakan salah satu cagar budaya penting di Tangsel, telah berkembang menjadi lokasi wisata edukasi sejarah pertempuran heroik para pejuang di Lengkong.
“Setiap tahun peringatan pertempuran Lengkong kami adakan. Sekarang berkembang menjadi wisata sejarah, termasuk kunjungan anak-anak sekolah. Tujuannya supaya mereka mengetahui Tangsel ini kota perjuangan,” kata Benyamin.
Benyamin memastikan, cagar budaya Monumen Palagan Lengkong saat ini telah Pemerintah Kota Tangsel jadikan sebagai aset.
“Sekarang asetnya menjadi aset kita, sudah ada di dalam neraca aset kita. Nanti akan kita tindak lanjuti dengan pembangunan-pembangunan yang lain,” tuturnya.
Pemerintah Kota Tangsel memiliki komitmen kuat merawat dan menjaga warisan bersejarah tersebut. Benyamin merencanakan perawatan intensif serta penambahan fasilitas penunjang lain yang diperlukan.
“Kami sekarang Pemerintah Kota mewarisi tugas menjaga fisik dan kemudian cerita kepahlawanan yang ada di sini. Salah satu rencanannya, pagar sekeliling ini kurang lebih seluas 5.000 m2 akan kami bangun, supaya kebersihannya dan lain sebagainya lebih terjaga lagi,” jelas Benyamin.
Benyamin juga membuka peluang besar untuk mengembangkan Monumen Palagan Lengkong menjadi sebuah museum sejarah perjuangan kemerdekaan bagi Tangerang secara menyeluruh.
“Maka perlu menyusun detail engineering design (DED), bukan hanya sekedar monumen, tapi menjadi museum perjuangan Tangerang secara keseluruhan,” pungkasnya.
(Jek/Red)















