Tanamkan Nasionalisme, Kemensos Ajak Ratusan Siswa Sekolah Rakyat Ziarah Sejarah ke Museum Palagon Lengkong

Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Kementerian Sosial (Kemensos) menyelenggarakan kegiatan wisata sejarah ke Museum Palagon Lengkong, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Kamis (13/11/2025). Ratusan siswa Sekolah Rakyat (SR) hadir dalam kegiatan ini untuk mengenal lebih dekat sejarah perjuangan dan nilai-nilai luhur para pahlawan.

Aksi edukatif ini menjadi bagian integral dari rangkaian peringatan Hari Pahlawan yang Kemensos selenggarakan setiap tahunnya untuk memupuk semangat nasionalisme generasi muda, mengingat Hari Pahlawan jatuh pada tanggal 10 November.

Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, menyatakan pentingnya generasi muda memahami warisan perjuangan pahlawan. Menurutnya, nilai-nilai yang harus pelajar serap bukan hanya keberanian, tetapi juga kesabaran dan tanggung jawab.

BACA JUGA

“Mereka orang-orang pintar dan hebat. Selain pemberani dan penuh tanggung jawab, kesabarannya luar biasa,” ucap Saifullah Yusuf, akrab dengan sapaan Gus Ipul, saat memberikan sambutan.

Gus Ipul menjelaskan lebih lanjut, para pahlawan memperlihatkan kesabaran tinggi dalam menantikan momentum perjuangan yang tepat dan menyatukan berbagai perbedaan pandangan demi satu cita-cita: kemerdekaan Indonesia.

“Jika tidak ada kesabaran, semangat perjuangan itu tidak akan pernah muncul,” tambahnya.

Melalui kunjungan ke Museum Palagon Lengkong ini, Gus Ipul berharap siswa dapat mencontoh semangat kebersamaan para pahlawan yang menempatkan kepentingan bangsa jauh di atas kepentingan pribadi.

“Ada yang mengalah, ada yang maju, ada yang mundur. Semua demi satu hal: kemerdekaan dan kemakmuran bangsa,” tutupnya.

Komitmen Pemerintah Kota Tangsel Jaga Warisan Sejarah

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie mendampingi Mensos Saifullah Yusuf dan Gubernur Banten Andra Soni, mengenang sejarah di Monumen Palagan Lengkong bersama ratusan siswa.

Benyamin mengutarakan, monumen, yang merupakan salah satu cagar budaya penting di Tangsel, telah berkembang menjadi lokasi wisata edukasi sejarah pertempuran heroik para pejuang di Lengkong.

“Setiap tahun peringatan pertempuran Lengkong kami adakan. Sekarang berkembang menjadi wisata sejarah, termasuk kunjungan anak-anak sekolah. Tujuannya supaya mereka mengetahui Tangsel ini kota perjuangan,” kata Benyamin.

Benyamin memastikan, cagar budaya Monumen Palagan Lengkong saat ini telah Pemerintah Kota Tangsel jadikan sebagai aset.

“Sekarang asetnya menjadi aset kita, sudah ada di dalam neraca aset kita. Nanti akan kita tindak lanjuti dengan pembangunan-pembangunan yang lain,” tuturnya.

Pemerintah Kota Tangsel memiliki komitmen kuat merawat dan menjaga warisan bersejarah tersebut. Benyamin merencanakan perawatan intensif serta penambahan fasilitas penunjang lain yang diperlukan.

“Kami sekarang Pemerintah Kota mewarisi tugas menjaga fisik dan kemudian cerita kepahlawanan yang ada di sini. Salah satu rencanannya, pagar sekeliling ini kurang lebih seluas 5.000 m2 akan kami bangun, supaya kebersihannya dan lain sebagainya lebih terjaga lagi,” jelas Benyamin.

Benyamin juga membuka peluang besar untuk mengembangkan Monumen Palagan Lengkong menjadi sebuah museum sejarah perjuangan kemerdekaan bagi Tangerang secara menyeluruh.

“Maka perlu menyusun detail engineering design (DED), bukan hanya sekedar monumen, tapi menjadi museum perjuangan Tangerang secara keseluruhan,” pungkasnya.

(Jek/Red)

BERITA LAINNYA