Julham pun meminta jika ada pegawai kecamatan dan kelurahan takut akan tekanan dari atasan untuk membantu partai dan calon tertentu, segera melapor untuk segera bisa di proses secara hukum yang berlaku.
“Masyarakat bebas memilih Capres, calegnya serta partai politik sesuai hati nurani dan keberpihakannya jangan ada tekanan-tekanan dari aparatur keluarga dan kecamatan,” bebernya.
Bahkan, Julham mengaku sudah menyiapkan pendampingan hukum kepada semua kader Demokrat Kota Tangsel yang memiliki bukti dan saksi apabila ada pegawai di kelurahan dan kecamatan terlibat melakukan intervensi politik kepada RT/RW dan masyarakat.
“lurah camat dalam Pemilu ini harus independen dan menjaga netralitas. Harus bisa menciptakan iklim Pemilu yang baik dan kondusif, jangan sebaliknya. Kader Demokrat Tangsel sudah disiapkan pendampingan secara hukum,” pungkasnya. (dra/jek)















