Pembangunan Dapur Gizi
Sementara itu, pembangunan dapur gizi sebagai pusat produksi makanan untuk program MBG juga terus dikebut.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kota Tangsel, Nindy Sabrina, mengatakan bahwa dapur gizi pertama akan beroperasi di Lengkong Wetan, Serpong.
“Dapur ini akan mampu memproduksi hingga 3.000 porsi makanan per hari,” ujarnya.
Program MBG tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga melibatkan masyarakat sekitar.
Bahan baku makanan akan diusahakan berasal dari UMKM lokal untuk mendukung perekonomian masyarakat.
Program MBG ini menargetkan 235.800 siswa dari tingkat TK hingga SMP.
Pemerintah pusat telah menetapkan bahwa setiap daerah harus mengalokasikan 5% dari APBD untuk program ini.
Diharapkan, program MBG dapat meningkatkan kualitas hidup anak-anak di Tangsel dan mengurangi angka stunting.
Pemkot Tangsel optimis bahwa program ini akan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan generasi emas Indonesia. (Jarkasih)















