Warga Kademangan Tangsel Jadi Korban Penipuan Modus Transfer Uang

Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Seorang warga Kademangan RT 02/03, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Banten, menjadi korban penipuan dengan modus transfer uang.

Akibat kejadian ini, korban kehilangan uang sebesar Rp500 ribu.

Kejadian bermula ketika korban berinisial Y (50) datang ke sebuah warung milik D (33) yang menyediakan jasa pengiriman dan penarikan uang.

BACA JUGA

Korban Y meminta kepada D untuk mentransfer uang sebesar Rp500 ribu ke rekening aplikasi DANA milik pelaku yang diakui korban Y sebagai saudaranya.

Korban Y berdalih pelaku akan mengembalikan uang tersebut kepada korban Y setelah transaksi berhasil.

Tanpa curiga, korban D pun mentransfer uang di rekeningnya miliknya ke nomor rekening bank digital milik pelaku sesuai arahan korban Y.

Namun ternyata, pelaku memberikan nomor rekening bukan atas nama pelaku, melainkan atas nama orang lain yang tidak dikenal oleh korban Y.

“Udah dikirim uangnya, tapi belum dibayar (korban Y belum mengganti uang milik korban D, Red) ” tutur D kepada halobanten.com, ditulis Rabu (08/01/2025).

“Modus itu, dia (korban Y) kayaknya ditipu sama dia (pelaku penelpon misterius, Red) deh.” tambahnya.

Setelah transaksi selesai, korban Y tidak mampu membayar uang yang telah ditransfer.

Menurut korban D, pelaku penipuan (penelpon misterius) beberapa kali meminta korban Y untuk memasukkan PIN aplikasi DANA milik korban.

“Soalnya pas tadi dia nelpon kan saya sempat lihat saldonya di DANA ada Rp198 ribu,” ujarnya.

“Telpon lagi nih Bu masukin PIN-nya. Ibu tunggu ya bentar nanti balik lagi duitnya,” kata korban D menirukan percakapan korban dengan penelpon misterius.

Pemilik warung juga sempat menanyakan berkali-kali kepada korban, uang atau saldo tersebut akan dikirim ke siapa?

Tetapi, korban bersikukuh jika yang tersebut akan dikirim ke keponakannya.

Pemilik warung juga melihat korban seperti orang linglung.

“Nomornya beneran nomor ibunya, makannya saya kirim ke nomor itu. Riwayatnya juga ada.” tuturnya

Korban D mengaku dirugikan dengan adanya kejadian ini.

Ia juga mengaku teledor karena sebelum mengirimkan saldo tidak meminta uangnya terlebih dahulu kepada korban Y.

Korban D akhirnya menahan KTP milik korban Y sebagai jaminan hingga pembayaran dapat diselesaikan.

“Tadi saya mau ambil handphonenya sebagai jaminan, tapi nanti dia gak bisa komunikasi dong,” ucapnya.

Reporter : Alif Azhar
Redaktur : Jarkasih

BERITA LAINNYA