Setu, HALOBANTEN.COM – Kota Tangerang Selatan Bantens saat ini sedang rawan pencurian kambing. Dalam dua minggu terakhir saja sudah dua kali terjadi kasus pencurian kambing milik warga di dua tempat berbeda di wilayah Kecamatan Setu.
Dari dua kasus tersebut, sebanyak 6 ekor kambing berhasil dicuri dan langsung dimutilasi oleh kawanan pelaku tidak jauh dari tempat kejadian perkara.
Kasus pertama terjadi di kampung Sengkol Kelurahan Muncul Kecamatan Setu, pada 24 November 2023. Sebanyak tiga ekor kambing milik Jasan, hilang dicuri.
Parahnya, saat dilakukan penelusuran, pemilik kambing dan warga mendapati tiga jeroan kambing yang diduga milik Jasan di sebuah anak kali tak jauh dari rumah korban.
Para pelaku pencurian hewan ternak tersebut diduga mencuri tiga kambing milik Jasan dan langsung menyembelih serat memutilasi kambing-kambing tersebut, lalu kemudian membuang jeroannya ke anak kali. Mereka hanya membawa dagingnya saja.
Kasus pencurian kambing dengan modus yang sama juga kembali terjadi. Terbaru, sebanyak tiga ekor kambing milik Kholik (30) alias Emang, warga Kampung Koceak RT003/01 Kelurahan Keranggan Kecamatan Setu hilang dicuri.
Aksi pencurian kambing diduga dilakukan pada Minggu (03/12/2023) dini hari. Emang sendiri baru mengetahui kambing-kambingnya hilang pada Minggu pagi saat hendak pergi untuk bekerja. Kabar adanya pencurian kambing ini pun dengan cepat beredar luas di beberapa grup Whatsapp warga.
Yudi, Ketua RW 01 Kampung Koceak Kelurahan Keranggan, ketika dikonfirmasi halobanten.com membenarkan di wilayahnya telah terjadi pencurian kambing. “Iya betul, semalam telah terjadi pencurian tiga ekor kambing milik salah satu warga saya,” kata Yudi, Minggu (03/12/2023).
Hal senada dikatakan Akhirudin alias Miki, Ketua RT003/01 Kampung Koceak Kelurahan Keranggan. Berdasarkan informasi yang diterimanya, warga yang pertama kali mengetahui tiga ekor kambing milik Emang, hilang dari kandangnya adalah Edet, kakaknya Emang.
Kebetulan, kata RT Miki, Edet juga memiliki kambing dan kandangnya bersebelahan dengan kendang kambing milik Kholik. Pagi itu, Edet memberitahu Kholik kalau kambing-kambing milik Kholik tidak ada di kandangnya dan pintu kendang dalam kondisi terbuka.
Berbeda nasib dengan Kholik, kambing-kambing milik Edet justru masih ada dan utuh di kandangnya dan pintu kandang dalam posisi tertutup.
“Setelah dapat informasi, pagi itu juga saya langsung mendatangi kediaman Emang untuk memastikan kebenarannya, ternyata informasi adanya pencurian itu benar, tapi saat saya datang, Emang sudah pergi bekerja,” kata Miki.
Kemudian, RT Miki dan warga melakukan penelusuran di sekitar tempat kejadian perkara sampai ke tepi sungai Cisadane. Alhasil, warga mendapati tiga jeroan kambing tergeletak di tanah dekat kebun singkong.
“Ada tiga jeroan kambing dekat sungai Cisadane, jaraknya sekitar 100 meter dari tempat kejadian,” kata Miki.
Pasca kejadian tersebut, Miki mengaku langsung menggelar pertemuan dengan para ketua RT lainnya dan ketua RW serta para tokoh masyarakat untuk membahas terkait keamanan lingkungan. “Kita lagi kumpul nih, lagi bahas soal keamanan lingkungan karena sekarang sudah mulai rawan kasus pencurian dan tindak kriminalitas,” pungkasnya. (Red)















