Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM — Pemanfaatan layanan berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) melalui sistem Tangselone dan agen virtual Helita Tangsel membawa harapan baru bagi pelayanan publik. Meski demikian, Pemerintah Kota Tangsel mengakui masih ada tantangan besar, terutama bagi warga yang belum terbiasa memakai teknologi digital.
Wali Kota menyatakan aspek aksesibilitas bagi lansia maupun masyarakat yang masih gagap teknologi sudah masuk dalam perencanaan.
“Hal itu sudah masuk dalam desain secara keseluruhan. Masyarakat kan tidak hidup sendiri. Mereka bersama keluarga, sehingga bisa meminta bantuan anak atau cucu untuk mengakses layanan,” ujar Benyamin saat Workshop AI Empowerment Government di Puspemkot Tangsel, Senin (15/6/2026).
Ia mencontohkan, ketika seorang lansia membutuhkan layanan kesehatan dalam kondisi mendesak, anggota keluarga dapat membantu memakai Tangselone untuk mencari informasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan menuturkan sosialisasi pemanfaatan AI akan terus berjalan secara bertahap sampai tingkat kelurahan agar seluruh lapisan masyarakat mampu beradaptasi dengan kehadiran Helita Tangsel.
Menurutnya, edukasi menjadi kunci penting supaya masyarakat bukan hanya memahami manfaat AI, tetapi juga mengenali tantangan yang mungkin muncul saat penggunaan layanan berlangsung.
“Kesulitan-kesulitannya harus kita identifikasi sejak sekarang, termasuk ketika ada warga yang belum familiar dengan teknologi,” katanya.
Ia menambahkan, Tangselone sengaja memakai basis WhatsApp agar akses layanan publik terasa lebih sederhana bagi warga yang sudah terbiasa berinteraksi lewat ponsel.
“Karena itulah Tangselone berbasis WhatsApp. Warga tidak perlu instal aplikasi tambahan, tidak perlu memasukkan username atau password. Cukup buka WhatsApp, lalu akses Tangselone, masyarakat sudah bisa memakai layanan publik berbasis AI,” ujarnya.
Pemkot Tangsel berkomitmen memperluas literasi digital secara masif. Langkah ini bertujuan agar seluruh warga tanpa terkecuali bisa merasakan dampak merata dari transformasi teknologi tersebut. Pemkot Tangsel berharap edukasi yang tepat dapat menghapus kesenjangan digital di tengah masyarakat.
Dengan edukasi yang tepat, diharapkan tidak ada lagi kesenjangan digital di tengah masyarakat.
(LIF)















