Jakarta, HALOBANTEN.COM – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Mulyanto, meminta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko untuk membuka dialog dengan para ilmuwan dan peneliti pensiunan Puspiptek/BRIN.
Saran tersebut Mulyanto sammapiak menyusul adanya gelombang penolakan dari para peneliti dan ilmuwan pensiunan Puspiptek terhadap upaya paksa pengosongan rumah dinas Puspiptek yang mereka tempati oleh BRIN.
Ia mendorong BRIN mengambil langkah yang manusiawi dan menghargai jasa para peneliti dan ilmuwan pensiunan Puspiptek / BRIN.
“Mereka ini sudah mengabdi kepada negara hingga pensiun di BRIN, layaknya mereka dihargai dan dihormati.” katanya.
“Harus ada dialog dari hati ke hati, jangan sampai mereka diperlakukan seperti pepatah, habis manis sepah dibuang,” ujar Mulyanto.
Mulyanto prihatin dengan nasib dan kesejahteraan para ilmuwan dan peneliti, baik yang masih aktif maupun pensiun.
Pemerintah harus sungguh-sungguh memperhatikan nasib mereka demi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.
“Perlakuan terhadap pensiunan ilmuwan dan peneliti ini tentu menjadi perhatian para ilmuwan dan peneliti aktif, dan menjadi pembelajaran bagi mereka,” jelas Mulyanto.
Menurut Mulyanto, perlakuan yang tidak baik terhadap pensiunan ilmuwan dan peneliti ini dapat melemahkan semangat.
Terutama bagi para ilmuwan dan peneliti muda di bawahnya yang saat ini masih aktif bertugas di BRIN.















