News » NASIONAL » Fraksi PKS DPR RI Minta BRIN Gelar Dialog Dengan Pensiunan Puspiptek Soal Pengosongan Rumah Dinas

Fraksi PKS DPR RI Minta BRIN Gelar Dialog Dengan Pensiunan Puspiptek Soal Pengosongan Rumah Dinas

Jakarta, HALOBANTEN.COM – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Mulyanto, meminta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko untuk membuka dialog dengan para ilmuwan dan peneliti pensiunan Puspiptek/BRIN.

Saran tersebut Mulyanto sammapiak menyusul adanya gelombang penolakan dari para peneliti dan ilmuwan pensiunan Puspiptek terhadap upaya paksa pengosongan rumah dinas Puspiptek yang mereka tempati oleh BRIN.

Ia mendorong BRIN mengambil langkah yang manusiawi dan menghargai jasa para peneliti dan ilmuwan pensiunan Puspiptek / BRIN.

BACA JUGA

“Mereka ini sudah mengabdi kepada negara hingga pensiun di BRIN, layaknya mereka dihargai dan dihormati.” katanya.

“Harus ada dialog dari hati ke hati, jangan sampai mereka diperlakukan seperti pepatah, habis manis sepah dibuang,” ujar Mulyanto.

Mulyanto prihatin dengan nasib dan kesejahteraan para ilmuwan dan peneliti, baik yang masih aktif maupun pensiun.

Pemerintah harus sungguh-sungguh memperhatikan nasib mereka demi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

“Perlakuan terhadap pensiunan ilmuwan dan peneliti ini tentu menjadi perhatian para ilmuwan dan peneliti aktif, dan menjadi pembelajaran bagi mereka,” jelas Mulyanto.

Menurut Mulyanto, perlakuan yang tidak baik terhadap pensiunan ilmuwan dan peneliti ini dapat melemahkan semangat.

Terutama bagi para ilmuwan dan peneliti muda di bawahnya yang saat ini masih aktif bertugas di BRIN.

Mulyanto berharap BRIN dapat menyelesaikan permasalahan ini dengan mengedepankan dialog dan solusi yang adil dan berpihak pada para pensiunan ilmuwan.

Lakukan Perlawanan

Ratusan peneliti dan ilmuwan pensiunan Puspiptek yang menghuni dinas Puspiptek Setu, Tangsel, lakukan perlawanan terhadap BRIN yang akan mengeksekusi pengosongan rumah dinas pada Senin (20/5/2024) lalu.

Mereka telah berkumpul sejak pagi di sejumlah rumah dinas di Blok III D dan III B yang akan dieksekusi oleh BRIN.

Wakil Sekretaris Pioner Penghuni Rumah Negara Puspiptek, Eddy MS mengungkapkan, warga menolak eksekusi pengosongan rumah dinas Puspiptek.

BRIN dinilai mengabaikan peraturan perundang-undangan yang berlaku, terutama terkait hak-hak para pensiunan.

Parahnya lagi, pihak BRIN diduga lakukan intimidasi kepada para pensiunan penghuni rumah dinas Puspiptek dan keluarganya.

Sehingga mereka yang tidak tahan dengan intimidasi tersebut terpaksa angkat kaki meninggalkan rumah dinas yang selama ini mereka tempati.

Padahal dalam aturan perundang-undangan dengan jelas menyebutkan para pensiunan berhak atas rumah tersebut seumur hidup. (Red)

BERITA LAINNYA