Jakarta, HALOBANTEN.COM – Pembangunan MRT Cikarang-Balaraja sepanjang 84,1 kilometer resmi dimulai pada Agustus mendatang.
Proyek ini merupakan bagian dari MRT Jakarta Timur-Barat Fase 3 dan akan menghubungkan Cikarang di Jawa Barat dengan Balaraja Kabupaten Tangerang Banten.
Tahap awal pembangunan dimulai dari Tomang-Medan Satria sepanjang 24,5 kilometer, dilanjutkan dengan Kembangan-Medan Satria dan Kembangan-Balaraja serta Medan Satria-Cikarang di fase selanjutnya.
Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan salah satu mandat pemerintah dalam membangun infrastruktur kereta api dan MRT.
“Proyek ini penting untuk meningkatkan konektivitas Jabodetabek dan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut,” ujar Tuhiyat, mengutip dari kumparan.
Pembangunan MRT Cikarang-Balaraja akan dibagi menjadi dua tahap. Tahap 1 meliputi Kembangan-Medan Satria, sedangkan Tahap 2 meliputi Kembangan-Balaraja dan Medan Satria-Cikarang.
Pendanaan proyek ini berasal dari pinjaman pemerintah Jepang senilai 140,69 miliar yen atau sekitar Rp 14,5 triliun.
Pinjaman ini akan digunakan untuk membangun infrastruktur perkeretaapian seperti jalur, jalan rel, stasiun, kereta, depo, sistem perkeretaapian, dan jasa konsultasi.
Pemerintah Indonesia dan PT Jababeka Tbk bekerja sama dalam pembangunan proyek ini, dengan 33,7 kilometer jalur MRT melewati wilayah Jakarta.
MRT Cikarang-Balaraja diharapkan dapat mulai beroperasi pada tahun 2028 dan menjadi solusi untuk kemacetan di wilayah Jabodetabek. (Red)































