Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Camat Serpong, Syaifuddin, menyampaikan harapannya agar kantor Kecamatan Serpong dibangun baru.
Hal ini ia ungkapkan dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang dihadiri oleh anggota DPRD dari daerah pemilihan (Dapil) Serpong dan Setu, Kamis (6/2/2025).
“Mumpung ada anggota DPRD Dapil Serpong, Setu. Harapan saya sebagai Camat Serpong, sebagai warga masyarakat Kecamatan Serpong, dan juga seluruh warga masyarakat Serpong, harapan kami bahwa kantor Kecamatan Serpong ini harus dibangun yang baru,” ujar Syaifuddin.
Menurutnya, kantor kecamatan yang representatif akan meningkatkan kebanggaan warga. Ia ingin agar kantor Kecamatan Serpong setara dengan kantor Kecamatan Pamulang dan Kecamatan Pondok Aren yang dinilai lebih megah.
“Kami menginginkan kantor kecamatan yang representatif, yang juga sama megahnya seperti kantor Kecamatan Pamulang, sama megahnya seperti kantor Kecamatan Pondok Aren. Punya alun-alun tempat masyarakat bisa berkumpul,” tambahnya.
Syaifuddin menegaskan bahwa pada Musrenbang ini ia dan warga Serpong mengusulkan kepada DPRD untuk memperjuangkan pembangunan kantor kecamatan baru pada tahun 2026.
“Pengen juga kantor kecamatan gagah, ada kebanggaan dari warga masyarakat Kecamatan Serpong. Meskipun saya juga gak tau besok masih ngerasain kantor yang baru apa enggak,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap agar Kecamatan Serpong semakin berkembang ke depannya. Ia bahkan mengusulkan agar kantor kecamatan yang lama dapat dialihfungsikan menjadi rumah sakit tipe D guna meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat.
“Tetapi saya punya harapan yang kuat bahwa Kecamatan Serpong harus jauh lebih baik lagi ke depan. Nanti kantor yang lama kalau perlu jadi rumah sakit tipe D. Jadi warga masyarakat dari sisi kesehatannya juga semakin terjamin,” jelas dia.
Syaifuddin juga menyampaikan keinginannya agar kantor kecamatan yang baru memiliki luas sekitar satu hektare, karena menurutnya lahan tersedia, tinggal mengurus administrasinya.
“Kalo perlu luas kecamatannya itu satu hektare, ada tanahnya, tinggal kita urus administrasinya,” pungkasnya.
Reporter: Alif Azhar















