Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM — Pemerintah Kota Tangerang Selatan menggelar Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 pada Senin (6/4/2026) di Gedung Galeri Koperasi dan UKM. Forum tersebut mengangkat tema penguatan ekonomi kreatif sebagai pilar ketahanan ekonomi kerakyatan di tengah ketidakpastian global.
Kegiatan ini menghadirkan pelaku ekonomi kreatif sekaligus kreator konten, Arief Muhammad, yang menyampaikan pandangannya mengenai strategi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Tangerang Selatan.
Dalam paparannya, Arief menekankan pentingnya memperluas ruang kolaborasi melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan yang mampu mempertemukan pelaku usaha dengan mitra potensial. Menurutnya, forum kolaboratif mampu membuka peluang baru, baik antar pelaku UMKM maupun dengan investor.
Selain itu, ia menilai kemudahan perizinan menjadi faktor penting dalam mendorong percepatan pertumbuhan usaha. Ia menyebut proses perizinan di Tangerang Selatan saat ini sudah cukup baik dan memberikan kemudahan bagi pelaku usaha.
Meski begitu, Arief mendorong agar pemerintah terus meningkatkan upaya memperbanyak kegiatan kolaboratif. Langkah tersebut dinilai mampu memperluas jaringan bisnis serta memperkuat ekosistem UMKM secara menyeluruh.
Lebih lanjut, ia menilai kegiatan serupa sebenarnya telah berjalan, namun intensitasnya masih perlu ditingkatkan agar dampaknya semakin luas bagi pelaku usaha.
Di sisi lain, Arief juga menyampaikan pesan kepada pelaku UMKM agar mampu bertahan di tengah perlambatan ekonomi global. Ia mengingatkan pentingnya menjaga efisiensi operasional dan mengelola arus kas secara cermat.
Menurutnya, pelaku usaha perlu menekan pengeluaran yang tidak mendesak serta menunda kebutuhan yang belum prioritas. Efisiensi tim dan manajemen operasional juga menjadi kunci agar usaha tetap berjalan stabil dalam situasi ekonomi yang menantang.
Sementara itu, terkait rencana investasi di Tangerang Selatan, Arief mengaku belum memiliki agenda khusus di luar sektor kuliner. Ia menyebut peluang investasi ke depan masih bergantung pada potensi usaha yang dinilai menarik.
(Lif)















