Kota Tangerang, HALOBANTEN.COM – Pemerintah kota (Pemkot) Tangerang melakukan tindakan masif untuk menurunkan kasus stunting.
Pasalnya, pada tahun 2023 lalu kasus itu meningkat hingga menyentuh angka 17,6 persen ketimbang tahun 2022 yang hanya 11,8 persen.
Dalam upaya itu, Dinas kesehatan mencatat hingga tanggal 23 Juni 2024, pukul 15.40 WIB, sudah 75 ribu anak di skrining atau 96,8 persen dari target 80 ribuan anak di 104 kelurahan se-Kota Tangerang.
“Sepanjang Juni ini, kami targetkan seluruh anak di Kota Tangerang datang ke posyandu, untuk di ukur pertumbuhannya. Baik itu berat badan, panjang atau tinggi badan untuk skrining adanya potensi stunting atau tidak,” kata Pelaksana Harian (Plh) Dinas kesehatan Kota Tangerang Mugiya Wardhany, Senin (24/6/204).
Alhamdulillah, lanjutnya, memasuki minggu keempat Juni, sudah 96,8 persen anak yang sudah di skrining stunting dan TBC di posyandu.
Berdasarkan data yang ada, sambungnya, ada lima kecamatan yang telah 100 persen merampungkan skrining stunting pada program gerakan serentak untuk anak Tangerang sehat dan Cerdas (Gertak Tangkas) Kota Tangerang.
Yaitu, Kecamatan Cipondoh dari target 8.905 anak sudah 9.039 anak atau 101,5 persen. Untuk Kecamatan Batuceper dari target 3.838 anak sudah 3.879 anak di skrining atau 101,1 persen.
Kecamatan Tangerang dari 5.114 anak sudah 5.130 anak di skrining atau 100,3 persen. Kecamatan Pinang dari target 7.711 anak sudah 7.725 anak di skrining atau 100,2 persen dan Kecamatan Karang Tengah dari target 5.206 anak sudah 5.219 anak di skrining atau 100,2 persen dari target.
“Secara teknis di lapangan, jumlah anak pastinya bisa bertambah dari target. Maka, program Gerakan Serentak untuk Anak Tangerang Sehat dan Cerdas atau Gertak Tangkas melalui 1.097 posyandu di Kota Tangerang akan terus di maksimalkan,” tandasnya.















